JUM,AT, 14 OKTOBER 2016

MAUMERE --- Bupari Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera Kamis (13/10/2016) memenuhi panggilan jaksa guna diperiksa sebagai saksi dalam kasus perumahan pengunsi Palue  di Pulau Besar. Bupati Sikka diperiksa setelah tiga hari sebelumnya Kejaksaan Negeri Maumere sudah menetapkan dua orang terdakwa dalam kasus ini.


Demikian disampaikan Kepala Seksi Pidana Khusus (kasipidsus) Umarul Faruq,SH kepada wartawan (Kamis (1310/2016).Dikatakan Faruq,dirinya tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait pemeriksaan.

“Memang benar tadi ada pemeriksaan pak bupati terkait dengan hunian pengungsi Palue di pulau Besar.Saya tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut,silahkan menghubungi pak Kajari,” ujarnya.

Kajari Maumere,Martiul,SH yang dikonfirmasi media juga membenarkan ikhwal pemeriksaan bupati Sikka.Dikatakan  Martiul,pemeriksaan bupati dilakukan atas kasus pembangunan perumahan pengungsi Plaue di pulau Besar.

Jaksa kejaksaan negeri Maumere terus meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus pembangunan perumahan bagi para pengungsi asal pulau Palue dengan alokaai dana 6 miliar rupiah ini.


Pemeriksaan bupati Sikka dilakukan pasca penetapan dua tersangka kasus ini yakni pegawai BPBD sikka dimana dari informasi yang diperoleh media menyebutkan bahwa dua tersangka tersebut seorang merupakan terpidana kasus pembangunan MCK di perumahan pengungsi Hewuli.

Sementara salah seorang terdakwa lainnya saat ini masih aktif bekerja sebagai staff di kantor BPBD Sikka.Diperkirakan dalam waktu dekat kedua tersangka akan segera ditahan dan diserahkan ke pengadilan Tipikor Kupang untuk disidangkan.


Untuk diketahui, sebanyak 47 KK (kepala keluarga) pengungsi Palue, korban letusan gunung api Rokatenda yang selama setahun lebih menempati lokasi pengungsian di bekas kantor bupati Sikka lama di jalan Achmad Yani dan di gedung Transito,Maumere,mulai direlokasi ke desa Kojagete, pulau Besar.

Dari jumlah tersebut, 37 KK diberangkatkan Senin (29/12/2014) memakai kapal kayu yang dicarter BPBD Sikka sementara sisanya 10 KK diberangkatkan Selasa (30/12/2014) menggunakan kapal feri.

Di lokasi relokasi pemerintah membangun 50 rumah panggung dari rencana sebanyak 378 rumah. Jumlah rumah tersebut akan ditambah sesuai kebutuhan.Setiap KK mendapatkan lahan pertanian seluas seperempat hektar dan dibagikan bibit tanaman serta ditanggung semua biaya hidup selama 6 bulan.

Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Ebed De Rosary


Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: