KAMIS, 13 OKTOBER 2016

JAYAPURA---Kediaman Sekretaris DPD I partai Golongan Karya (Golkar) provinsi Papua, Marthinus Warimon di bom orang tak dikenal (OTK) kurang lebih pukul 02.00 WIT dini hari, Kamis (13/10/2016).


Kediaman sekeretaris Golkar Papua yang berada di Kompleks BTN Skyline Blok D 36, Distrik Abepura,  Kota Jayapura sempat mengagetkan penghuni rumah sekaligustetangga sekitar. “Iya, tadi dinihari rumah saya di bom,” kata Marthinus Werimon dari ujung selulernya saat dikonfirmasi.

Saat dirinya pulang ke rumah sekitar pukul 01.00 WIT, tak lama kemudian bunyi suara ledakan kagetkan dirinya. “Karena bunyi ledakan, saya keluar cek rumah ternyata kaca mobil saya pecah, pagar rumah dibeberapa titik bolong karena ledakan,” tuturnya.

Mantan anggota DPR Papua ini langsung melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian terdekat. “Saya langsung buat laporan polisi, tadi jam 5-6 pagi baru pulang,” kata Marthinus.

Saat ditanyakan soal situasi internal partai Golkar Papua, dirinya belum dapat memastikan apakah hal itu ada kaitannya dengan masalah partai atau tidak. Tetapi, menurutnya, intimidasi yang ditujukan kepada dirinya sudah dilakukan sejak beberapa hari belakangan ini.


“Belum bisa saya simpulkan sampai kesana, tapi waktu hadiri sidang sengketa Pilkada di Panwas Kota Jayapura, kemarin Rabu (12/10/2016) pagi hingga siang, ada oknum warga atau simpatisan yang hadir saat itu bersuara mengancam yang ditujukan kepada saya,” katanya.

Dengan adanya ancaman serta teror terhadap dirinya dan membuat keluarganya gelisah, dirinya untuk sementara waktu akan mengungsikan istri dan anak-anaknya. “Saya, istri dan anak-anak mengungsi dulu. Ini sudah mengganggu rasa keamanan kami,” tuturnya.

Seorang saksi mata yang enggan menyebutkan namanya mengaku sempat melihat dua laki-laki yang tak dikenalnya mengunakan sepeda motor automatic dan melintas dengan kecepatan tinggi. Saat melintasi depan rumah korban motor tersebut pelan-pelan dan setelah melewati rumah korban langsung tancap gas.

“Saat mereka sudah jauh sedikit, saya dengar bunyi ledakan dari depan rumah korban,” kata saksi mata.


Anggota Polsek Abepura yang mendapat laporan pagi dini hari, menuju lokasi dan telah mengamankan barang bukti antara lain potongan-potongan plastik warna biru ujungnya hangus terbakar, plastik bening terdapat noda di bagian tengah dan berbau belerang,  keset kaki warna hijau dimana bagian ujung rusak terbakar akibat bekas lelehan besi.

Hingga kini, pihak yang berwajib terus melakukan penyelidikan terhadap kasus yang menimpa Sekretaris DPD I Golkar provinsi Papua. 
Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Indrayadi T Hatta
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: