RABU, 19 OKTOBER 2016

MATARAM --- Selama kurun waktu Januari sampai September 2016, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Nusa Tenggara Barat (NTB) cukup besar, yaitu mencapai 300. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) NTB, Achsanul Khalik saat membuka seminar perlindungan sosial korban tindak kekerasan di Mataram, Rabu (19/10/2016)


"Yang sudah ditangani Kepala Seksi Kesejateraan Sosial Disdukcapil NTB bersama parat Kepolisian mencapai 300 kasus dan sudah masuk ranah huku" terang Khalik

Ia mengakui, kalau trend kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak selama 2016 memang mengalami peningkatan, karena itulah seminar yang diselenggarakan sekarang, melalui organisasi kemasyarakatan, NGO diharapkan bisa terus membantu mendorong masyarakat secara mandiri mengungkap kasus tersebut

Khalik mengatakan, pemerintah juga harus hadir melakukan advokasi dan perlindungan hukum, untuk berupaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak termasuk buruh migran, dengan langkah strategis termasuk melakukan sosialisasi

"Dari 300 kasus kekerasan tersebut, kasus kekerasan terhadap anak paling mendominasi, terutama kasus kekerasan seksual dan fisik maupun psikis dan itu baru yang terungkap, belum lagi yang belum terungkap"

Selain advokasi, penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak juga akan dilakukan dengan melakukan pemberdayaan terhadap para korban, mulai dari pemberian keterampilan hingga menjalankan usaha secara mandiri

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Turmuzi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: