SELASA, 11 OKTOBER 2016

JAYAPURA --- Kekayaan alam Papua selalu saja memikat hati seluruh orang, inilah salah satu bukti nyata terdapat satu area mata air panas, apabila dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat maupun investor lokal untuk menjadikannya satu lokasi wisatawan lokal maupun asing.


Kepala Suku Iu, Agus Wepafoa mengungkapkan bahwa air panas tersbut telah berada sejak jaman enek moyang mereka, dan juga air tersebut penuh mistis. Tak seorang pun yang berani meminum air tersebut, kerabat keluarga suku tersebut dahulu kala pernah menjadi korban dari air panas tersebut akibat mengkonsumsinya.

“Air panas disini sudah lama, mulai dari tete moyang saya, air panas ini sudah ada. Air panas ini bisa jadi obat bagi orang yang percaya. Puji Tuhan pernah ada beberapa orang yang percaya dan datang minta diobati, kami obati dan sembuh,” kata Agus, Senin (10/11/2016).

Dirinya berharap akan ada perubahan di perbatasan Negara RI-PNG dengan dibukanya lokasi wisata air panas di kampung mereka. Lokasi tersebut ia namau ‘Satu Hati, Dua Cinta’ dengan arti satu lokasi terdapat dua area wisata, air tawar kali Mosso yang berdampingan dengan air panas.


“Satu hati dua cinta ini berada di perbatasan RI-PNG. Dan saudara kami di PNG bisa datang berkunjung ke lokasi ini, bertamasya sekaligus terapi pengobatan. Ikan di kali Mosso ini juga sebagai salah satu mata pencarian warga kampung,” ujarnya.

Supriyanto, Kepala Distrik Muara Tami mengaku telah beberapa kali mengunjungi kolam air panas tersebut. Menurutnya, lokasi tersebut adalah satu potensi wisata bagi pemerintah Kota Jayapura. Namun, semua itu tak akan berjalan tanpa ada kerjasama satu sama lain.

“Sangat bagus, kalau lokasi ini dirawat, dibangunkan tempat penginapan, jalannya dari kampung Mosso dibuat sebagus mungkin. Dan suasana disini masih utuh belum sepenuhnya disentuh oleh manusia,” kata Supriyanto, Selasa (11/10/2016).


Dirinya sangat yakin, apabila ini dijadikan lokasi wisata permandian air panas. Kedepan, bukan hanya di luar Papua saja yang ada lokasi permandian air panas, melainkan di Papua juga ada, khususnya di perbatasan RI-PNG, Kota Jayapura.

“Ini bisa jadi pemasukan bagi daerah, juga salah satu untuk mensejahterakan masyarakat sekitar. Terlebih dapat memajukan kampung Mosso yang berada di teras Negara Indonesia,” ujarnya.

Sementara, Komandan Satgas Pamtas Yonif 122 Tombak Sakti Letkol Inf Kohir mengatakan ini adalah potensi wisata yang dapaat dikembangkan, dari petugas pengaman perbatasan hanya dpat mendorong apa yang menjadi potensi daerah Kota Jayapura ini.

“Kami pada dasarnya hanya bisa mendorong pemerintah daerah, terkhusus tingkat instansi pariwisata Kota maupun Provinsi. Karean potensi wisata ini ada di pintu gerbang batas Negara RI-PNG,” kata Letkol Inf Kohir.

Dirinya berharap, kedepan pengunjung tak hanya ke pintu gerbang utama perbatasan RI-PNG yang berada di Skouw, melainkan dapat berwisata ke permandian air panas di Kampung Mosso. “Kali kedua dirinya mendatangi kolam air panas ini, selanjutnya kami akan bantu buka akses jalan ke tempat wisata ini,” ujarnya.

Titik lokasi air panas sesuai koordinat melalui GPS Map Garmin 64s berada pada 9526-0414, di hutan kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Luas area air panas tersebut 50 x 25 meter, terdiri 2 titik utaa kolam air panas dan mengalir ke kali Mosso.

Suku Iu (dibaca-iyu) sebagai pemilik hak ulayat setempat menyebutnya sebagai kolam ‘CATA’ dan ditahun ini pula suku tersebut mulai membeberkan secara gamblang ke perpanjangan pemerintah Kota Jayapura dalam hal ini Distrik Muara Tami.

Untuk mencapai lokasi kolam air panas berbau ini, anda dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dari pusat Kota Jayapura menuju Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Disudut kampung tersebut anda diharuskan berjalan kaki menuju kolam air panas dengan jarak kurang lebih 10 kilometer atau setara dengan 8 jam perjalanan bolak balik. Saat anda tiba dilokasi, dijamin rasa capek anda terobati dengan adanya dua jenis air yang saling berhimpitan.

Ari panas berbau  ini berdampingann dengan kali Mosso yang memiliki suhu air tawar cukup dingin. Awalnya air panas tersebut memiliki jenis ikan tersendiri, namun lokasi yang lama kelamaan terkikis erosi tanah membuat kolam air panas tersebut tertutup perlahan-lahan. 

Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Indrayadi T Hatta
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: