JUM'AT, 14 OKTOBER 2016

YOGYAKARTA --- Sejak semakin digemarinya kopi dan begitu banyak ruang publik di kota-kota besar, pedagang kopi keliling atau ider banyak yang menjajakan minuman kopi kemasan, meski hanya bermodal termos dan gelas plastik. Namun, di Yogyakarta ada seorang mahasiswa yang mencoba menjual kopi keliling dengan peralatan selayaknya seorang barista di kafe-kafe.


Pedagang kopi keliling di sejumlah ruang publik seperti taman atau alun-alun baik kabupaten maupun kota yang sering menjadi tempat mangkal anak-anak muda, biasanya hanya menjajakan kopi kemasan (sachet) beragam merk dan jenis. Mereka membawa air panas dalam termos dan puluhan gelas plastik yang praktis.

Namun, tidak demikian halnya dengan pedagang kopi keliling (koling) yang satu ini. Donatus Dayu Pratama, mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta tersebut menjual kopi seduh selayaknya seorang barista di sebuah kafe, dengan berbagai peralatan penyeduh kopi seperti V Sixthy, French Press dan alat penyaring biji kopi lainnya dengan gerobak yang didesain sedemikian rupa agar pembelinya merasa nyaman.


Dengan gerobak lengkap dengan peralatan penyeduh kopinya itu, Dayu mencoba menawarkan sensasi kopi murni yang langsung diseduh dari biji kopi yang dijualnya dengan harga bervariasi mulai dari Rp. 6.000 per cangkirnya. Dayu yang ditemui di sela kesibukannya melayani pelanggan, Jumat (14/10/2016), mengatakan, niat awal dari menjual kopi keliling yang disebutnya koling itu karena keterbatasan modal untuk menyewa tempat membuka kafe.

"Menyewa tempat untuk membuat kafe itu modalnya terlalu besar bagi saya yang masih kuliah. Maka, dengan peralatan seadanya, saya mencoba berjualan kopi keliling dengan gerobak", ujarnya.


Dayu mengawali bisnis kopi kelilingnya sejak tahun 2015. Rute jualannya mulai dari kawasan ramai di Kotabaru, Jembatan Gondolayu, Tugu Yogyakarta dan Jalan Mangkubumi Kota Yogyakarta. Selain itu, juga di tempat-tempat strategis lainnya seperti kawasan obyek wisata, taman bermain dan tentu saja juga di sekitar kampus-kampus.

Dengan ketekunan dan kesabarannya, Dayu kini sudah memiliki 4 gerobak koling atau kopi keliling yang tersebar di banyak tempat strategis di Kota Yogyakarta. Bahkan, Dayu saat ini sedang menyiapkan ekspansi bisnisnya ke daerah lain di Jawa Tengah seperti Magelang dan Semarang.

Dayu menyediakan sebanyak 12 varian seduhan kopi, mulai dari kopi murni hingga kopi susu dan krim. Dengan berjualan keliling itu, Dayu mengaku justru lebih mudah mendapatkan pembeli dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. 


"Itu pula yang menjadi alasan saya berjualan kopi keliling, agar bisa bergerak mendekati masyarakat dan mengenalkan beragam varian penyajian kopi", pungkasnya. 

Jurnalis : Koko Triarko / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Koko Triarko
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: