SENIN, 3 OKTOBER  2016

JAKARTA---Anggota Komisi IX DPR RI dari Partai Golkar John Kenedy azis meminta pemerintah agar membatasi Tenaga Kerja Asing (TKA) yang masuk di Indonesia. Pembatasan tersebut untuk mengimbangi angka pengangguran yang saat ini masih tinggi.



"Pemerintah menargetkan akan menyedot TKA kerja secara keseluruhan 10 juta, tapi boro-boro 10 juta, justru menambah banyaknya pengangguran di Indonesia," kata John saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian Pariwisata dan Kemendikbud, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin, (3/10/2016).

Bahkan, menurutnya, banyak pengangguran yang terjadi di pemerintahan Jokowi-JK sekarang, dibandingkan dengan era sebelumnya. Beberapa daerah, jelas dia, ada laporan bahwa sejumlah TKA yang bekerja di Indonesia tidak sesuai dengan peraturan yang ada. 

Untuk itu, dirinya mendesak pemerintah mempunyai aturan, Salah satu syaratnya, tenaga kerja asing hanya boleh menduduki jabatan-jabatan tertentu, serta kriteria lainnya.

"Tidak boleh semua jabatan ditempati, tenaga kerja asing juga harus punya syarat izin, kompetensi, Disisi lain, wrga kita membutuhkan kerja, kita selidiki, warga Indonesia mempunyai latar belakang yang bisa dikerjakan oleh warga, namun pemerintah lebih memprioritaskan pekerja asing," paparnya.

Lebih jauh, Ia menyarankan pemerintah agar pembatasan tenaga asing itu juga untuk menjaga keseimbangan dengan pekerja lokal. "Mestinya pemerintah menyeleksi tenaga kerja bagi mereka yang benar-benar punya kemampuan agar tak menggeser pekerja lokal," imbuhnya

Dikatakan, berdasarkan data Sistem Pendidikan Nasional (SPN) menunjukkan masih ada ratusan ribu tenaga produktif yang belum mendapatkan pekerjaan kerja. 

"Nah, ini kan sangat ironis ketika berbondong-bondong TKA masuk di negeri kita, malah kita melihat warga kita sendiri yang banyak yang jadi pengangguran," tandasnya. (Adista Pattisahusiwa)
Bagikan:

Erens Saumuru

Berikan Komentar: