SELASA, 18 OKTOBER 2016

JAKARTA --- Rapat Kerja (Raker) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Komisi X DPR RI, membahas realokasi Anggaran Renovasi Gelora Bung Karno (GBK) guna Persiapan Penyelenggaraan Asian Games 2018.


Dalam Raker tersebut, Imam Nahrawi menyampaikan, reviuw realokasi anggaran renovasi GBK sesuai permintaan dalam surat wakil ketua DPR RI/ Korinbang Nomor PW/16522/DPR RI/ IX/2016 tanggal 30 September 2016, Perihal permintaan data data terkait usulan Kemenpora RI tentang realokasi anggaran renovasi Gelora Bung Karno.

Imam menjelaskan, Rencana Realokasi Anggaran Renovasi GBK senilai Rp 500 Milliar. Namun, berkenaan dengan telah selesai Reviuw BPKP mengenai Rencana Pemanfaatan dana Renovasi GBK anggaran sejumlah Rp.500 M tersebut hingga kini masih diberi tanda Blokir oleh Kementerian Keuangan.

"Hal ini, sebagai syarat agar reviuw BPKP semestinya dinyatakan selesai, nanum harus dilaksanakan trilateral meeting dengan Kemenkeu dan Bappenas," kata Imam dalam Raker di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (18/10/2016).

Menanggapi paparan Menpora tersebut, Ketua Komisi X DPR, Teuku Riefky Harsya mengatakan, mengingat mesti adanya trilateral meeting Kemenpora dengan Kemenkeu maka Komisi X DPR RI hanya dapat menyetujui realokasi anggaran renovasi GBK Sebesar Rp 235.603 Milliar dengan rincian Broadcasting fee, Operasional kepanitiaan asian games dan Fee Penyelenggara Asian Paragames Tahap Pertama.

Untuk itu Komisi X juga berharap, dalam melaksanakan renovasi Gelora Bung Karno (GBK) tidak melanggar penerapan GBK sebagai Cagar Budaya.

"Renovasi GBK harus mengedepankan keamanan bagi pengunjung dan tidak melanggar penerapan GBK sebagai cagar budaya,"pungkasnya.

Jurnalis : Adista Pattisahusiwa / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Adista Pattisahusiwa

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: