RABU, 19 OKTOBER 2016

LAMPUNG --- Kondisi beberapa lampu penerang jalan umum (PJU) tenaga surya di sepanjang Jalan Lintas Sumatera Kabupaten Lampung Selatan yang bebeapa waktu lalu dipasang akhirnya kembali tak menyala. Sebagian lampu dengan panel tenaga surya tersebut rata rata tidak menyala akibat komponen accu kering dan solar cell. Beberapa penutup baterai lampu penerangan jalan bertenaga surya yang ada di beberapa ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang merupakan jalan nasional sebagian sudah terbuka dan accu dalam kondisi raib. Beberapa lampu jalan yang sempat hilang dan diperbaiki pun kembali hilang sehingga berakibat saat malam hari kondisi jalan yang dilalui pengendara kendaraan gelap gulita. Salah satu lokasi yang sebagian gelap meski ada lampu penerangan jalan diantaranya di wilayah Kecamatan Sidomulyo,kecamatan Katibung, Kecamatan Kalianda, Kecamatan Penengahan.


Menurut salah satu anggota Polsek Katibung yang enggan disebut namanya, kondisi tersebut memang sudah terjadi beberapa kali. Rata rata lampu jalan yang mati diperbaiki saat akan menghadapi arus lebaran, liburan panjang atau saat saat tertentu. Namun paska dipasang sebagian kembali mati akibat accu lampu penerang jalan tenaga surya dicuri oleh oknum oknum tak bertanggungjawab. Meski demikian patroli rutin oleh anggota Polsek kerap dilakukan dan belum menjumpai aksi pencurian komponen lampu penerang jalan umum tersebut.

Salah seorang warga Katibung, Jusron (34) mengaku berdasarkan pengamatannya modus pencurian komponen lampu tenaga surya yang dilakukan oleh komplotan pencuri diantaranya pencuri mengaku sebagai petugas perbaikan lampu. Kondisi tersebut diantaranya diperjelas dengan beberapa petugas yang menggunakan tangga dan mobil, meski demikian belum terbukti kebenaran terkait informasi yang beredar di masyarakat tersebut. Sebagian masyarakat bahkan tidak mengetahui petugas yang asli maupun pencuri yang menyamar sebagai petugas.


"Sempat dahulu ada yang memperbaiki lampu pada malam hari tapi memang mereka bisa menunjukkan surat tugas untuk penggantian lampu namun kita juga tidak tahu apakah pencuri beraksi pada siang hari atau malam hari karena tahu tahu kotak tempat accu kering sudah terbuka dan di dalamnya kosong otomatis lampu tidak menyala,"ungkap Jusron saat ditemui Cendana News di Kecamatan Katibung, Rabu (19/10/2016)

Jusron juga mengaku sebagian warga juga kurang begitu memperhatikan lampu lampu jalan yang ada di sepanjang Jalan Lintas Sumatera karena berdasarkan informasi ada petugas khusus yang mengecek kondisi lampu lampu penerangan jalan dengan tenaga surya tersebut. Ia berharap penggantian komponen lampu penerangan bisa diganti terutama di titik titik rawan kejahatan terutama rawan pemalakan dan aksi kejahatan lainnya. 

Sebelumnya kepala seksi prasarana dan keselamatan jalan Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan Deni Wirawan saat dikonfirmasi mengaku hilangnya beberapa sarana lampu jalan tersebut merupakan wewenang provinsi dan pusat karena lampu jalan bersumber dari APBN. Meski sebagian lampu jalan berada di ruas jalan provinsi dan jalan nasional namun koordinasi dengan instansi terkait dilakukan diantaranya dengan melaporkan kondisi kerusakan yang dikeluhkan masyarakat tersebut.


Pantauan di lapangan ratusan lampu jalan yang ada di sepanjang jalan lintas Sumatera tersebut rata rata memiliki nomor khusus. Nomor khusus berwarna biru dengan simbol Kementerian Perhubungan tersebut menurut salah satu petugas pemasang lampu jalan dilakukan untuk memudahkan pemantauan saat terjadi kerusakan dan perbaikan. Sistem penomoran dengan ganjil genap di sisi kiri dan kanan dilakukan untuk memudahkan pengawasan. 

Meski dilakukan penomoran sebagian masyarakat mengeluhkan tidak adanya call center atau pusat informasi pelaporan untuk melaporkan kondisi lampu jalan yang sering mati tersebut. Salah satu warga Desa Hatta Kecamatan Penengahan ,Hutabarat, mengungkapkan seharusnya instansi terkait diantaranya Dinas Perhubungan memiliki nomor khusus yang dipasang pada tiang tiang lampu jalan tersebut untuk melaporkan kerusakan lampu yang terjadi.

"Kalau ada call center akan mudah dilaporkan sesuai nomor yang ada di box penutup accu kering sehingga masyarakat dengan cepat melaporkan kerusakan lampu jalan,"ungkap Hutabarat.

Kondisi rusaknya lampu jalan terutama di sekitar Desa Hatta dan Sukabaru Kecamatan Penengahan dikeluhkan penggguna kendaraan terutama truk dengan adanya aksi meminta uang oleh sejumlah oknum tak bertanggung jawab yang mengikuti kendaraan truk terutama pada malam hari hingga subuh.


Jurnalis : Henk Widi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Henk Widi

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: