SENIN, 17 OKTOBER 2016

SUMENEP --- Akibat kondisi cuaca yang mulai tidak memungkinkan membuat tanaman cabai di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, rontok dan membusuk. Akibatnya para petani terpaksa memanen tanamannya di usia muda, pasalnya jika dibiarkan tanaman garapannya tersebut diperkiran tidak akan sampai menikmati hasil, sehingga petani akan mengalami kerugian yang cukup besar.


Padahal tanaman cabai pada musim kali ini merupakan tanaman alternatif bagi petani yang tidak menanam tembakau, namun sayang harapan mereka untuk mendapatkan hasil pengganti dari tanaman tembakau masih jauh dari harapan. Dengan kondisi hujan yang seringkali mengguyur daerah ujung timur Pulau Madura ini rupanya berpengaruh negatif terhadap tanaman cabai, sehingga tanaman yang sudah hampir panen banyak rusak akibat terendam air hujan.

“Saat ini tanaman cabai yang ada di daerah ini mayoritas hampir mau panen, namun ketika diguyur hujan secara terus menerus dalam beberapa minggu terakhir, akibatnya tanaman itu buahnya rontok, bahkan juga ada yang membusuk. Makanya petani terpaksa panen tanamannya di usia muda, katena jika dibiarkan tidak akan bisa menikmati hasil,” kata Fatima (43), salah seorang petani di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Senin (17/10/2016).

Disebutkan, bahwa panen tanaman di usia muda merupakan cara terakhir agar petani tidak menanggung kerugian yang cukup besar, sebab sejak awal proses tanam, para petani sudah mengeluarkan biaya besar, sehingga guna menutupi modal yang telah mereka keluarkan terpaksa memanen cabai yang mulai rontok dan membusuk di usia muda. Itupun meski sudah di panen diperkirakan masih belum memenuhi modal yang telah ia gunakan, namun minmal dari hasil tanaman yang di panen tersebut bisa menutupi modal walupun tidak secara utuh.


“Ya kalau kondisi sudah seperti ini jelas petani akan mengalami kerugian, makanya meski usia tanaman cabai ini belum waktunya panen kami terpaksa panen duluan, supaya tidak mengalami kerugian yang cukup besar. Sapa tahu dengan sisa buah capai yang ada ini nanti dapat menutupi modal yang telah kami keluarkan untuk proses tanam,” jelasnya.

Saat ini tanaman cabai milik petani yang sudah di panen masih berwarna hijau, sehingga harganya saat dijual juga berbeda dengan harga cabai yang usia tua. Karena petani hanya menjual dengan harga Rp. 5000 per Kilo gram, padahal kalau cabai yang telah tua atau berwarna merah harganya mencapai Rp. 7500 per Kilo gram.

Jurnalis : M. Fahrul / Editor ; Rayvan Lesilolo / Foto : M. Fahrul
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: