SELASA, 18 OKTOBER 2016

YOGYAKARTA --- Sejak terbukanya era Masyarakat Ekonomi Asean, PT Kereta Api Indonesia (KAI) diharapkan mampu menciptakan konektivitas. Untuk itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggelar Konferensi Asean Perusahaan Kereta Api ke-38 (Asean Railways Ceo's Conference/ARCEO) selama tiga hari ke depan di Yogyakarta sejak Selasa (18/10/2016). 


Selain diikuti oleh 7 perusahaan operator kereta api di Asia Tenggara, ARCEO tahun ini juga diikuti oleh perusahaan-perusahaan mitra perkereta-apian dari dalam dan luar negeri dengan jumlah peserta sebanyak 73 delegasi dan 67 observer atau pengamat perkereta-apian.

Tujuh Perusahaan Kereta Api Asean, antara lain adalah Kereta Api Tanah Melayu Berhad (KTMB) Malaysia, State Railways of Thailand, Vietnam Railways, Royal Railways of Cambodia dan lainnya.

Direktur PT KAI, Edi Sukmoro, dalam keterangannya kepada insan pers mengatakan, sejak terbukanya era MEA, masalah konektivitas menjadi isu penting yang selalu dibicarakan di setiap pertemuan negara-negara Asean.

Kereta Api sebagai moda transportasi darat, katanya, diharapkan mampu menciptakan konektivitas guna mempermudah distribusi logistik, sumber daya manusia, modal dan investasi di Asia Tenggara, sekaligus mengurangi kesenjangan kualitas pelayanan angkutan penumpang dan barang yang masih terjadi di negara-negara Asean.

"Melalui konferensi ARCEO, kita akan bisa melihat berbagai tantangan, kesempatan dan potensi kerjasama di masa mendatang antara perusahaan operator kereta api di Asean," ungkapnya.

Konferensi ARCEO membahas berbagai aspek meliputi hal teknis, operasi, pemasaran, pelayanan, teknologi dan perkembangan perkereta-apian di Asean. Konferensi dibuka oleh Direktur Jenderal Perkereta-apian Kementerian Perhubungan RI, Prasetyo Boeditjahjono. Hadir pula dalam pembukaan konferensi, Wakil Gubernur DI Yogyakarta, Sri Paduka Paku Alam X.

Dirjen Perkereta-apian Kemenhub RI, Prasetyo Boeditjahjono, mengatakan, melalui konferensi tersebut Indonesia bisa saling bertukar informasi dan melihat kemajuan perkereta-apian negara-negara lain. Selain itu, melalui ARCEO ini Indonesia juga akan menarik investor swasta dalam melakukan pengembangan jalur rel kereta api di Indonesia, kendati diakuinya sulit diwujudkan, mengingat investasi yang membutuhkan dana sangat besar.

Kika: Direktur Logistik dan Pengembangan PT KAI : Budi Noviantoro, Deputy bidang usaha jasa keuangan, jasa survey, dan konsultan kementrian BUMN : Gatot Trihargo, Direktur Utama PT KAI : Edi Sukmoro, Direktur jenderal Perkeretaapian Kemenhub : Prasetyo Boeditjahjono, Komisaris Utama PT KAI : Joko Sarwoko
Sementara itu di dalam negeri, lanjut Boedi, pengembangan rel kereta api dilakukan sesuai kebijakan presiden yang memprioritaskan pembangunan jalur Trans Sumatera dan Sulawesi. Juga Kalimantan dan Jawa, yang akan segera dilakukan setelah jalur ganda (double track) lintas utara selesai dilakukan.

"Semua pengembangan kereta api di Indonesia sudah diatur dalam Rencana Induk Perkereta-apian Nasional (RIPNAS) yang berlaku hingga tahun 2030," pungkasnya. 

Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Koko Triarko

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: