SABTU, 8 OKTOBER 2016

BANDUNG --- Jelang berlaga di Papernas XV/2016, kontingen Jawa Barat mengaku sudah siap tempur 100 persen. Bahkan, target menjadi juara umum kembali diusung tuan rumah seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat.


Ketua Umum National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Jabar, Ukun Rukaendi mengatakan, kontingennya sudah siap untuk berkompetisi di 13 cabang olahraga yang diperlombakan, sebanyak 250 atlet pun disiapkan untuk memperkuat Jabar.

"Kita hitung-hitungan 30 persen itu sudah juara umum. Kemarin kita pahit-pahitnya 134 medali (emas) minimal, tapi kita hitung-hitung mudah-mudahan bisa dapat 146 emas," katanya di Aula Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyataguna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Sabtu (8/10/2016) Sore.

Di Peparnas sebelumnya, Jabar tidak ikut serta pada beberapa cabang olah raga. Kendati demikian bisa keluar menjadi posisi ke dua dalam perolehan medali. Sebagai tuan rumah, ia sampaikan kini pihaknya semakin percaya diri untuk meraih prestasi yang lebih baik.

Ukun melanjutkan, ada beberapa cabor yang diunggulkan diantaranya, atletik, tenis meja, bulu tangkis dan judo. Sedangkan untuk renang pihaknya tak terlalu muluk-muluk.

"Tapi kita agak ketat itu di renang, karena kita ketahui yang unggul biasanya dari Papua," ucapnya.

Meski ditargetkan menjadi juara umum, pihaknya tak keberatan. Hal ini lantaran kontingen Jabar sudah melakukan perhitungan peluang. "Kalau beban sudah pasti, tapi dikarenakan kita sudah terukur kita yakin kita juara umum," ujarnya.

Ukun melihat, dari beberapa cabor yang sudah dipetandingkan di Peparnas, kontingen Jabar terlihat lebih siap jika dibandingkan kontingen lainnya. "Kita lebih siap secara apapun, termasuk Judo dan panahan, " katanya.

Disinggung mengenai kendala, pihaknya mengaku tidak mengalami kendala yang signifikan. Termasuk pindahnya salah satu venue, menurut ia bukan suatu masalah.

"Selama ini tidak ada kendala selama anak-anak latihan, tapi yang di PB PON/ Peparnas pasti ada, tapi kalau di kontingen enggak ada. Kendalanya mungkin cuman ada satu, bahwa sepak bola pindah tempat (dari Siliwangi ke Progresif), tapi kita yakin ini bisa diatasi walaupun pindah tempatnya," pungkasnya.
[Rianto Nudiansyah]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: