JUMAT, 7 OKTOBER 2016

JAKARTA --- Taman Mini Indonesia Indah (TMII) adalah ruang budaya untuk perlindungan, pengembangan dan edukasi warisan budaya nusantara. Konsep yang mengemuka dari mendiang Raden Ayu Siti Hartinah atau akrab disapa Ibu Tien Soeharto ini merupakan bukti bagaimana budaya suatu bangsa bisa lestari jika memang benar-benar menggunakan konsep pelestarian yang terukur.


Sejak berdiri 41 tahun yang lalu hingga sekarang, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berhasil menjadi simbol destinasi wisata bagi masyarakat Jakarta bahkan nusantara. Keberhasilan ini tidak terlepas dari rutinitas kegiatan seni dan budaya yang diadakan manajemen TMII dan usaha promosi yang tiada henti sampai ke mancanegara.

Terkait kegiatan seni dan budaya yang rutin diadakan oleh TMII, Direktur TMII, Bambang Parikesit mengatakan hal ini adalah salah satu faktor pendukung bagaimana TMII bisa menjadi salah satu destinasi wisata pilihan masyarakat seluruh nusantara.

" Mengadakan acara seni dan budaya secara kontiniu disertai tema-tema menarik merupakan salah satu usaha kami agar tempat ini terus ramai oleh pengunjung terutama di hari-hari libur, baik akhir pekan maupun hari libur nasional dan libur bersama," terang Bambang Parikesit kepada Cendana News di Desa Seni saat peninjauan rutin beliau ke anjungan serta wahana wisata yang ada di area TMII.

" Acara seni dan budaya tingkat provinsi sampai nasional adalah tingkatan yang selalu kami adakan. Contohnya beberapa waktu lalu Yayasan Seni Rupa Indonesia mengadakan event Kompetisi Nasional Seni Lukis Remaja 2016 di Desa Seni TMII. Hasilnya luar biasa, banyak lahir lukisan-lukisan menarik dari pelukis remaja berbakat dan banyak pengunjung TMII yang singgah ke Desa Seni," tambahnya.

Kontinuitas penyelenggaraan event untuk sebuah tempat wisata akan berimplikasi langsung pada arus kunjungan wisata masyarakat maupun wisatawan mancanegara ke tempat wisata tersebut.

Apalagi didukung dengan dunia internet yang sudah semakin berkembang sekarang maka mempromosikan event melalui website sudah bisa menjangkau pengunjung dari belahan dunia lain untuk berkunjung.

" Intinya adalah mengadakan acara secara rutin dan bagaimana tim kreatif baik dari internal TMII sendiri maupun tim kreatif dari pihak yang bekerjasama dengan TMII untuk mengadakan acara disini," lanjut Bambang Parikesit lagi.

Kedepannya TMII akan terus meningkatkan baik promosi maupun intensitas pengadaan acara dengan tujuan untuk lebih menambah arus wisatawan yang datang ke TMII. Dan khusus untuk acara-acara yang berkaitan dengan seni rupa, TMII juga sudah menjadikan kawasan Desa Seni sebagai salah satu tempat untuk mengadakan acara tersebut.

" Tanggal 9 Oktober 2016 ada acara Pesona Indonesia di Desa Seni TMII. Untuk lebih detilnya masyarakat bisa melihat spanduk promosi acara bulanan di gerbang masuk TMII, membuka website TMII, maupun dari pemberitaan media online yang tentunya sangat membantu kami untuk terus mengembangkan TMII," pungkasnya.

Tata bangun sebuah negeri harus menggunakan konsep dasar yang baik, begitu pula halnya dengan tata bangun industri wisata. Hanya dengan konsep dasar yang kuat maka industri wisata nasional bisa berkembang sekaligus terjaga eksistensinya, dan Taman Mini Indonesia Indah adalah salah satu contoh pembangunan industri wisata dalam konteks destinasi wisata yang dilakukan dengan menggunakan konsep dasar baik, kuat, serta terukur.
[Miechell Koagouw]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: