SENIN, 10 OKTOBER 2016

JAKARTA --- Untuk mempercepat proses penyelesaian pelimpahan berkas perkara dugaan suap terkait penyalahgunaan penerbitan izin usaha pertambangan dengan tersangka Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, Nur Alam, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana akan memanggil seorang pengusaha selaligus rekan bisnis Nur Alam yaitu George Hutama Riswantyo dari PT. Gino Valentino Bali.


"George Hutama Riswantyo, seorang pengusaha dari PT. Gino Velentino Bali rencananya akan diperiksa penyidik KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk terdakwa Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam dalam kasus perkara dugaan pemyalahgunaan penerbitan izin usaha pertambangan di Provinsi Sulawesi Tenggara," kata Yuyuk Andriati Iskak, PLH Kabiro Humas KPK saat dikonfirmasi wartawan di Gedung KPK Jakarta, Senin siang (10/10/2016).

Yuyuk Andriati Iskak mengatakan "yang bersangkutan akan dimintai keterangan dan kesaksian seputar dugaan pemyalahgunaan wewenang penerbitan izin usaha pertambangan yang diduga dilakukan oleh Nur Alam pada saat dirinya menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara dalam kurun waktu selama hampir 2 periode tersebut, yaitu sejak tahun 2009 hingga 2014 dan 2014 hingga 2019 mendatang".

Sebelumnya diberitakan bahwa KPK secara resmi telah menetapkan Nur Alam, Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggta yang masih aktif sebagai tersangka pada tanggal 23 Agustus 2016 yang lalu. KPK menduga Nur Alam telah menerima imbalan atau "feed back" terkait dengan penerbitan perizinan pengelolaan pertambangan di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Namun Nur Alam yang sampai detik ini masih tercatat menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara melalui pengacara dan kuasa hukumnya, Nur Alam saat ini sedang menjalani proses persidangan gugatan pra peradilan untuk melawan keputusan KPK yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.
[Eko Sulestyono]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: