SENIN, 17 OKTOBER 2016

BERITA FOTO --- Hasil hutan di lereng Gunung Rajabasa baik yang ada di kawasan hutan lindung dan di luar kawasan hutan lindung masih cukup melimpah diantaranya tanaman pinang, kopi robusta, kopi cokelat,melinjo serta berbagai jenis buah lain. Kreatifitas para perempuan yang berusaha meningkatkan nilai jual dari hasil hutan tersebut dilakukan dengan cara melakukan pengolahan lanjutan agar hasil hutan dan perkebunan tersebut memiliki nilai jual yang tinggi. Pengolahan dilakukan secara bersama sama oleh para perempuan yang sekaligus menjaga anak anak yang belum bersekolah di sela sela aktifitas rumah tangga sementara sang suami sibuk bekerja di kebun dan di sektor usaha yang lain.


Sudah jamak bagi para perempuan di Desa Merambung, Desa Way Kalam melakukan aktifitas mengupas melinjo, buah pinang, jengkol untuk diolah menjadi barang barang yang lebih bernilai jual tinggi. Sebanyak satu kilogram buah pinang belum dikupas hanya dihargai Rp1000,- namun setelah dikupas buah pinang tersebut bisa mencapai Rp3000,- perkilogram. Selain itu buah melinjo yang belum dikupas hanya seharga Rp5.000,- perkilogram namun setelah dijemur dan diolah menjadi emping bisa bernilai sekitar Rp30.000,- serta hasil hutan lain yang bisa menambah penghasilan bagi perempuan perempuan kreatif yang ada di lereng Gunung Rajabasa tersebut.


Kreatifitas tersebut tumbuh dari kondisi alam wilayah sekitar yang tak memungkinkan warga melakukan pertanian padi sawah sehingga berbagai hasil hutan bisa dimanfaatkan menjadi bernilai ekonomi tinggi. Pengolahan emping melinjo, emping jengkol, buah pinang yang sudah dijual selanjutnya digunakan untuk membeli beras di sejumlah pasar tradisional. Pengolahan dengan cara sederhana diantaranya dilakukan dengan hanya menggunakan pisau untuk mengupas, palu untuk memipihkan emping melinjo serta penjemuran secara manual menggunakan sinar Matahari. Buah kopi diolah menjadi kopi bubuk yang dijual dengan harga Rp20-40ribu perkilogram tergantung campuran serta berbagai buah hasil kebun yang diolah sedemikian rupa menjadi barang kebutuhan rumah tangga.


Bergerak dan terus beraktifitas sesuai semboyan para perempuan tersebut,"ora obah ora olah" tidak bergerak tidak bisa mengepulkan asap dapur. Membantu para suami dengan memanfaatkan hasil hutan,menjaga anak anak bermain sambil tangan tak henti berkreasi mengupas buah pinang, menjemur kopi dan mengolah buah melinjo menjadi emping yang menjadi teman saat makan nasi. Kreatifitas yang menjadi sumber mata pencaharian sekaligus harapan untuk rupiah rupiah yang terkumpul untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan ceria melihat anak anak bersekolah. Kreatifitas tersebut bisa dilihat dari perempuan perempuan penghuni dataran tinggi Gunung Rajabasa di ketinggian 800-900 Mdp tersebut, berikit aktifitas para perempuan tersebut mengolah hasil hutan:





Jurnalis : Henk Widi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Henk Widi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: