SABTU, 15 OKTOBER 2016

SURABAYA --- Mengusung tema 'Cita-citaku di Masa Depan' Departemen Mata Kuliah Umum (DMU) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mengajak kurang lebih 300 mahasiswa dari 20 jurusan di UK Petra untuk menjadi relawan pendamping bagi anak-anak disabilitas dalam membuat sebuah karya seni. 


Bertempat di Gedung Auditorium UK Petra, ratusan mahasiswa dan para anak-anak penyandang tuna grahita dan tuna netra berkumpul membentuk kelompok-kelompok kecil. Mereka para mahasiswa mendampingi para anak disabilitas dalam membuat karya seni lukis dan relief berbahan dasar malam.

"Ada kurang lebih 60 anak disabilitas yang ikut dalam acara ini," ujar Gunawan Tanuwidjaja S.T., M.Sc selaku ketua pelaksana kegiatan penggalangan dana bagi anak-anak disabilitas, Sabtu (15/10/2016).

Menurutnya, lanjut Gunawan, melibatkan mahasiswa ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri bagi anak-anak penyandang disabilitas

"Biar mereka (para anak-anak disabilitas. Red) tidak minder. Dan bagi mahasiswa sendiri agar tumbuh rasa empati," tegas Gunawan yang juga menjadi Dosen Pengajar Mata Kuliah Umum di UK Petra.

Anak disabilitas tersebut berasal dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Siswa Budhi dan Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa - A Yayasan Pendidikan Anak Buta (SMPLB - A YPAB).

Menurut Arla, salah seorang mahasiswa pendamping mengatakan bahwa dirinya sangat senang bisa membantu sesamanya. "Ini kali pertamanya saya ikut acara yang seperti ini. Rasanya sangat senang bisa membatu sesama. Apalagi yang dibantu adalah adik-adik penyandang disabilitas," ujar mahasiswa jurusan arsitektur ini. 

Dari pantauan cendananews, para anak-anak penyandang disabilitas dengan riang menggambar rumah dan pohon. Ada pula yang asyik dengan membentuk patung-patung kecil berbahan dasar malam warna-warni. Sesekali para anak-anak disabilitas tersebut menyelesaikan satu gambar atau patung dari malam, mahasiswa pendamping memberikan tepuk tangan secara beramai-ramai sebagai wujud apresiasi atas karya kreativitas yang telah dibuat oleh anak-anak penyandang disabilitas.

Jurnalis : Nanang Wp / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Nanang Wp
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: