MINGGU, 9 OKTOBER 2016

PONOROGO --- Minggu (9/10/2016) kali ini ada yang berbeda di Sungai Purbosuman. Keadaan yang biasanya lengang tiba-tiba hiruk pikuk karena kedatangan Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, Dandim 0802, Ket l Inf Slamet Sarjianto dan 1000 relawan sekolah sungai.


Kedatangan orang nomor satu di Ponorogo ini bukan tanpa alasan, mengingat bencana banjir sering menyerang warga, Bupati bersama Dandim 0802 berinisiatif membersihkan sungai dengan menggandeng sebuah komunitas sekolah sungai.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menjelaskan meski banjir tidak parah namun jumlahnya sangat banyak. Hal ini besar kemungkinan akibat pendangkalan sungai oleh karenanya dirinya mengajak masyarakat untuk lebih tanggap terhadap permasalahan lingkungan dengan berbasis komunitas.

"Mengingat Ponorogo dikepung dengan pegunungan sehingga air dari gunung turun ke dataran yang lebih rendah sehingga mengakibatkan banjir," jelasnya kepada Cendana News di lokasi.

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, longsor terjadi di 157 titik kerugiannya mencapai Rp 1,2 M. Banjir terjadi 79 kali dengan kerugian Rp 265 Juta. Puting beliung 10 rumah dengan kerugian Rp 310 juta. Kebakaran 15 titik dengan kerugian Rp 953 juta.


"Sepanjang tahun 2016 ini dipastikan tidak akan ada kemarau, sehingga mengakibatkan banjir dan terganggunya siklus bercocok tanam bagi para petani," ujarnya.

Ipong pun mengapresiasi adanya sekolah sungai berbasis komunitas dimana masyarakat diajak ikut serta aktif untuk lebih peduli lingkungan agar tidak membuang sampah di sungai.

"Hari ini selain Sungai Purbosuman, lanjut ke Sungai Sorodikraman, Sungai Paju, Sungai Brotonegaran dan Sungai Pakunden," pungkasnya. 

Jurnalis : Charolin Pebrianti / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Charolin Pebrianti
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: