KAMIS, 13 OKTOBER 2016


KEEROM --- Prajurit Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Perbatasan (Pamtas) Yonif 122 Tombak Sakti kembali mengamankan 360 kilogram kayu Masohi atau Massoia tanpa surat-surat pengiriman. Penggagalan tersebut saat Yonif 122/TS gelar razia di ruas jalan Kilometer 31, Kabupaten Keerom, Rabu (12/10/2016) tengah malam.


"Saya turun lakukan razia di depan Pos KM 31 bersama 15 personil dan kami berhasil menyita 1 Pucuk senapan angin dan kulit kayu Masohi sebanyak 12 karung, senjata tajam berupa parang sebanyak 14 bilah, pisau sebanyak 4 bilah, minuman keras jenis Bir  6 kaleng dan Vodka sebanyak 4 botol,” kata Wakil Komandan (Wadan) Yonif 122/TS, Mayor Inf Afid Cahyono. 

Razia yang digelar ini, lanjutnya dalam rangka mengurangi peredaran miras dan tindak kriminal di wilayah perbatasan RI-PNG. Pihaknya menggelar razia dimulai pukul 19.00 WIT hingga tengah malam.

“Untuk 12 karung kulit kayu Masohi tanpa dilengkapi dengan dokumen yang resmi. Sehingga kami tahan untuk selanjutnya berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Dari pengaakuan sementara yang membawa kayu masohi tersebut, mereka mengaku membawa dari kabupaten Pegunungan Bintang melalui jalur darat dan melintasi sungai hingga ke Mamberamo raya dan masuk ke Keerom. “Dan dibawa melalui kendaraan roda empat dari Keerom menuju Kota Jayapura, sampai saat ini belum ada surat jalan dari kayu mashoi tersebut, dan belum diketahui ke siapa akan dibawa kayu tersebut,” tuturnya.


Semua barang bukti hasil razia itu semuanya diamankan di Pos selanjutnya di catat para pemiliknya. Sementara itu untuk barang bukti kulit kayu Masohi pihak Yonif 122/TS masih berkoordinasi dengan pihak Kehutanan untuk dilaksanakan proses selanjutnya terkait surat resmi yang semestinya menyertai barang tersebut. 

Sekedar diketahui, sebelumnya sebanyak dua ton lebih kayu Masohi atau Massoia dari Papua New Guinea (PNG) masuk illegal ke wilayah Indonesia, berhasil digagalkan prajurit Satgas Pamtas Yonif 122/TS di lokasi logpond (tumpukan kayu) Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura yang berbatasan dengan Negara tetangga Papua New Guinea (PNG), Selasa (11/10/2016).

Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Indrayadi T Hatta
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: