RABU, 5 OKTOBER 2016

LAMPUNG --- Jalan Lintas Pantai Timur Lampung (Jalinpatim) yang berada di ruas Dusun Muara Piluk Desa Bakauheni Kecamatan Bakauheni hingga kini kerap menjadi langganan banjir. Penimbunan dan hilangnya saluran air (drainase) di sekitar ruas jalan yang berada tepat di pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) tersebut diduga menjadi penyebab jalanan berubah menjadi sungai saat musim penghujab tiba akhir akhir ini. Berbagai langkah dilakukan pemerintah Desa Bakauheni dengan mengusulkan ke instansi terkait namun hingga kini belum mendapat respon terutama wilayah tersebut merupakan jalur utama dari wilayah Lampung Timur menuju Pelabuhan Bakauheni. Upaya usulan bahkan telah dilakukan menurut Kepala Desa Bakauheni, Sahroni, dengan meminta pembuatan talud atau drainase agar air tidak menggenang ke jalan raya.



Sahroni mengakui usulan tersebut bahkan telah dibuat sejak setahun lalu meski belum ada tanggapan terutama pembuatan saluran untuk mengganti saluran air yang lama. Menurutnya luapan banjir yang kerap melanda jalan raya diakibatkan mampetnya saluran akibat tertimbun material tanah, sampah serta diameter gorong gorong yang kecil sementara debit air dimusim penghujan sangat besar.

"Kalau curah hujan tidak besar tak akan ada banjir namun saat material tanah timbunan masuk ke gorong gorong dan tak tertampung sebagian besar air masuk ke jalanan dan berakibat kendaraan yang melintas harus berhati hati,"ungkap kepala Desa Bakauheni, Sahroni, Rabu (5/10/2016).


Dampak dari meluapnya air yang kerap melanda wilayah tersebut diantaranya aspal jalan nasional tersebut tergerus dan beberapa lubang terjadi yang terisi air dan berakibat pengguna kendaraan jenis roda dua harus ekstra hati hati. Kondisi musim hujan yang masih melanda sebagian wilayah Lampung setiap hari tersebut diperparah dengan tak adanya saluran air yang memadai untuk pembuangan air yang mengalir dari wilayah perkampungan penduduk di wilayah Muara Piluk dengan membawa material sampah yang menyumbat saluran air.

Senada dengan kepala desa Bakauheni, masyarakat yang berada di wilayah Desa Sumur Kecamatan Ketapang yang melintasi ruas jalan tersebut, Wayan, mengaku sangat berhati hati saat melintas di jalan yang berada tepat di depan pintu masuk PT BBJ tersebut. Pasalnya selain dirinya menggunakan jenis motor matic, beberapa lubang terjadi akibat jalan raya tersebut kerap tergenang air dan mengakibatkan aspal rusak. Ia berharap dilakukan perbaikan gorong gorong dengan ukuran yang lebih memadai sebab selama ini gorong gorong yang difungsikan masih berukuran kecil sementara musim penghujan kerap mengakibatkan banjir.


"Kalau tidak segera diganti dengan gorong gorong ukuran besar air akan selalu menggenang bahkan saat hujan dengan intensitas sedang pun air tetap mengalir ke jalan akibat tidak adanya saluran,"ungkapnya.

Ie pun berharap meski ruas jalan tersebut berada di ruas jalan nasional perusahaan yang berada di wilayah tersebut bisa membuatkan saluran air yang memadai untuk pembuangan air. Sebab lokasi tersebut berada di dataran rendah dan menjadi penampung air dari beberapa kampung yang ada di Bakauheni. Akibatnya sebagian rumah di wilayah tersebut pernah terendam air akibat penimbunan dengan menggunakan material batu dan tanah meski saluran air yang ada tidak diperlebar.


Pantauan Cendana News sepekan terakhir hujan masih terus mengguyur sebagian besar wilayah Lampung dengan intensitas sedang dan beberapa hari dengan intensitas tinggi. Akibatnya sejumlah wilayah mengalami kerawanan banjir. Sementara masyarakat yang berada di wilayah Desa Bakauheni dan berdekatan dengan lokasi proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) mengeluhkan material tanah tol yang masuk ke areal sungai yang masih dipergunakan oleh warga. Akibatnya sebagian masyarakat tidak bisa mempergunakan air dan beberapa mata air yang ada di sepanjang sungai tertutup. 

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Henk Widi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: