SELASA, 4 OKTOBER 2016

JAKARTA---Agenda Rapar Paripurna Hari yakni Laporan Komisi XI DPR RI tentang hasil pembahasan Calon Anggota Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK RI). Wakil ketua Komisi XI DPR RI Soepriyatno Menyampaikan Sebagaimana hasil keputusan rapat Badan Musyawarah DPR RI tanggal 19 Mei 2016 yang memberikan penugasan kepada komisi IX DPR untuk melakukan hasil pembahasan satu orang calon BPK RI.


"Sesuai ketentuan pasal 14 ayat 1 Undang Undang Nomor 15 tahun 2006 tentang badan pemeriksa keuangan dinyatakan bahwa Anggota BPK dipilih oleh DPR dengan mempertimbangkan DPD," kata Soepriyatno dalam Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (4/10/2016).

Supriyatno memaparkan, dengan menjalankan amanat ketentuan dan penugasan yang diberikan oleh badan musyawarah, maka komisi IX DPR telah melakukan serangkaian kegiatan yakni:

1, Pembahasan diawali dengan pengumuman di media massa pada tanggal 20 Juni 2016, bahwa komisi IX DPR membuka pendaftaran calon Anggota BPK. Sampai batas waktu pendaftaran pada 1 Juli 2016 telah mendaftar sebanyak 25 calon.

2, Pada tanggal 19 Juli 2016, tim verifikasi melakukan penelitian terhadap syarat administrasi para calon. Berdasarkan hasil tim verifikasi dari 25 calon anggota yang mendaftar, hanya 24 orang yang memenuhi persyaratan, sedangkan 1 orang calon tidak memenuhi persyaratan.

3, Pada 25 Juli 2016, rapat internal komisi XI DPR telah memutuskan bahwa 24 Calon yang memenuhi persyaratan administrasi akan disampaikan kepada DPD untuk dimintakan pertimbangan.

4, Pada tanggal 8 Agustus 2016, DPR RI menyampaikan surat kepada DPD untuk meminta pertimbangan terhadap 24 Calon Anggota BPK dan tanggal 6 September 2016, Komisi XI telah menerima pertimbangan terhadap 24 Calon Anggota BPK.

5, Pada 13 September 2016 , Rapat internal komisi XI memutuskan untuk melakukan proses uji kelayakan.
Dikatakan, pada 14 September 2016, Komisi XI DPR telah mengumumkan 24 calon anggota BPK yang akan mengikuti proses uji kelayakan di media massa untuk meminta masukan dan pendapat dari masyarakat.

"Namun pada tanggal 19 sampai 21 September 2016, Komisi XI DPR hanya melakukan uji kelayakan terhadap 22 calon saja, sedangkan 2 calon lainnya tidak menghadiri proses tersebut," tandasnya

Proses pembahasan calon Anggota BPK di Komisi XI diakhiri dengan proses pengambilan keputusan dalam Rapat internal. Dalam rapat internal disepakati bahwa mekanisme pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak secara tertutup.

Maka dari itu, Sambungnya, penghitungan suara terhadap 22 calon yang telah mengikuti uji kelayakan diperoleh dengan urutan suara terbanyak yaitu:

1, Bahrullah akbar memperoleh 30 suara.

2, Abdul Latief memperoleh 17 suara.

3, Anggito Abimanyu memperoleh 9 suara.

Dan 19 calon lainnya tidak memperoleh suara.

" Dengan demikian Komisi XI DPR menyepakati saudara Bahrullah Akbar sebagai calon anggota BPK RI terpilih untuk mendapat persetujuan secara resmi dalam rapat Paripurna ini," pungkasnya. (Adista Pattisahusiwa)
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: