RABU, 5 OKTOBER 2016

PONTIANAK --- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pontianak, Hilfira Hamid menyebut, Festival Arakan Pengantin yang akan digelar pada Minggu (9/10/2016) merupakan salah satu upaya demi untuk pelestarian adat istiadat. Selain itu juga merupakan menjadi tradisi dalam pernikahan khususnya pengantin Melayu Pontianak di tengah modernisasi.


“Arak-arakan pengantin itu adalah mengantar mempelai pria menuju ke rumah mempelai perempuan. Karena ini bentuknya festival, sehingga kita ikutsertakan mempelai perempuannya dalam arakan pengantin supaya lebih menarik," ucapnya di Pontianak, Rabu (5/10/2016).

Selain itu juga, ada orang tua dari kedua belah mempelai yang menjadi pengiring-pengiringnya dan disertai dengan berbagai barang-barang hantaran.

“Serta diiringi alunan musik baik itu berupa tar maupun tanjidor,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pontianak, Hilfira Hamid.

Dijelaskan, untuk para pengantin laki-laki mengenakan pakaian telok belanga. Sementara, untuk perempuannya mengenakan baju kurung.

“Pengiring-pengiring yang mengantar calon pengantin membawa berbagai perlengkapan dalam prosesi pernikahan adat melayu. Barang-barang hantaran isinya antara lain, jebah berisi sirih, pinang, kapur, tembakau, gambir dan bunga rampai,” ucapnya.

Disebutkan, “Juga ada uang asap, perhiasan emas, pakaian, alat-alat dan bahan kecantikan, seperangkat perlengkapan tidur seperti selimut, seprei dan lainnya. Seperangkat alat dan perlengkapan mandi, barang-barang kelontong serta seperangkat alat shalat”.

Dikatakan, dari sejumlah barang hantaran tadi, juga dihiasi dengan pokok telok. Sebuah pohon kecil dengan tangkai-tangkai yang masing-masing terdapat telur dan hiasan berwarna-warni.

“Selain pokok telok, pokok manggar, yang tangkainya terbuat dari lidi dilapisi kertas warna-warni dan ditancapkan pada bagian batang pisang atau buah nanas yang sudah ditusuk tongkat kayu untuk ditancapkan di halaman rumah mempelai wanita. Semua barang dan perlengkapan barang hantaran ini dikemas semenarik mungkin,” ujarnya.

Diakuinya, bahwa festival ini digelar rutin setiap tahun. Sekaligus dalam rangka  memperingati Hari Jadi (Harjad) Kota Pontianak yang ke-245.

“Ini bisa menjadi daya tarik wisata. Mampu memikat minat wisatawan untuk melihat langsung bagaimana adat istiadat prosesi pernikahan dalam budaya Melayu Pontianak. “Kita juga telah melakukan promosi dalam berbagai bentuk, baik itu media massa, website, bahkan kita juga tempatkan banner yang memberikan informasi terkait festival Arakan Pengantin ini,” tutupnya.
[Aceng Mukaram]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: