SABTU, 1 OKTOBER 2016

BALIKPAPAN --- Melihat banyaknya sampah plastik yang tidak bermanfaat, membuat salah seorang ibu rumah tangga berpikir untuk menjadikan limbah plastik seperti botol shampo dan lainnya menjadi yang bermanfaat. Lilik Komariyati seorang ibu rumah tangga sekaligus pengrajin limbah plastik di Balikpapan, memanfaatkan limbah plastik menjadi rangkaian bunga, aksesoris wanita dan lainnya.


(Teks foto Lilik Komariyati dengan kerajinan tangannya dari limbah plastik atau botol)

Mulai tahun 2013 lalu, Lilik memanfaatkan limbah plastik itu menjadi bermanfaat, sekaligus menghasilkan uang untuk menambah pendapatannya sehari-hari. "Awalnya saya ingin sampah plastik seperti botol shampo, pasta gigi dan sabun serta limbah plastik lainnya menjadi yang lebih bermanfaat dan bernilai" jelasnya saat ditemui Sabtu, (1/10/2016).

Ia mengatakan limbah plastik ini dibuat menjadi Bros atau aksesoris jilbab, rangkaian bunga dengan berbagai variasi warna. 

"Kerajinan ini dibuat saat ada waktu kosong karena saya juga mengurus anak dan pekerjaan rumah" ungkap ibu yang sudah memiliki enam anak ini.

Menurut Lilik, hasil kerajinan limbah plastik atau botol ini pemasarannya masih tradisional yakni ikut dalam pameran dimana ada penyelenggaraan pameran. 

"Produk kerajinan yang dijual melalui pameran-pameran atau orang ke orang. Belum mencoba ke media sosial atau Online" tandasnya.

Dalam setiap pameran yang diikutinya bisa menghasilkan omzet lebih dari Rp1,5 juta. "Bisa saja sehari saya dapat Rp600 ribu atau lebih, Alhamdulillah produknya sudah banyak yang melirik," ulas perempuan kelahiran Kediri.

Kini selain menjadi ibu rumah tangga, pihaknya mengisi waktu luangnya dengan menghasilkan kerajinan tangan dari limbah botol atau plastik. Produk kerajinan tangannya pun kini bertambah, seperti tas dan lainnya.

Lilik mengharapkan dengan kerajinan yang dihasilkan dari limbah botol ini bisa lebih bermanfaat dan bernilai untuk masyarakat. 

"Saya juga mengajak ibu-ibu yang lain untuk memanfaatkan limbah plastik menjadi sesuatu yang bernilai" ujarnya.
(Ferry Cahyanti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: