JUM'AT, 14 OKTOBER 2016

LAMPUNG --- Tim penilai dari sejumlah instansi di lingkungan pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mulai mendatangi sejumlah sekolah dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Tim penilai yang berjumlah sekitar 10 orang tersebut menurut kepala bagian Bidang Kesejahteraan Sosial (Kesos) pemkab Lampung Selatan, Ahmad Rodhi, melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Bagian Kesejahteraan Sosial, PLKB, serta beberapa instansi lain berkaitan dengan lomba kesehatan sekolah tingkat Kabupaten Lampung Selatan. Ahmad Rodhi mengungkapkan hingga saat ini penilaian dilakukan di Kecamatan Kalianda diantaranya di SDN 3 Tajimalela yang berada dekat dengan ibukota Kabupaten Lampung Selatan, Kalianda.


Ia mengungkapan lomba sekolah sehat merupakan upaya untuk meingkatkan mutu pendidikan di Lampung Selatan dengan melakukan penilaian berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan diantaranya kondisi fisik sekolah, keorganisasian serta fasilitas yang ada di sekolah. Tim penilai diantaranya melakukan pemeriksaan fasilitas ruang belajar sekolah diantaranya ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, kantin sekolah, water closed (wc) serta fasilitas pendukung sekolah lain diantaranya kebun sekolah, taman, serta item lain yang masuk dalam daftar penilaian.

"Item penilaiannya banyak dan tentunya berbeda beda antar instansi misalnya kesehatan khusus untuk bagian kesehatan sekolah termasuk keberadaan UKS, bagian Dinas Pendidikan menilai terkait pengorganisian sekolah serta keaktifan guru guru serta penilaian bidang lain, jadi materi penilaiannya beragam dan akan dikalkulasikan saat akhir proses penilaian,"ungkap Kabag Kesos Pemkab Lamsel saat diwawancarai Cendana News di SDN 3 Tajimalela Kecamatan Kalianda, Jumat siang (14/10/2016).


Beberapa hal mendetail yang dinilai diantaranya ketersediaan kotak sampah yang terpisah antara sampah organik dan non organik, tempat cuci tangan bagi para siswa dan guru, perpustakaan, taman untuk penanaman tanaman obat keluarga (Toga), kebun sekolah serta sarana pendukung lain pun didatangi oleh tim penilai diantaranya WC dan kantin sekolah. Ia mengungkapkan sejauh ini tim penilai lomba kesehatan sekolah telah melakukan penilaian di sejumlah sekolah yang tersebar di sebanyak 17 kecamatan yang ada di Lampung Selatan.

Sebanyak 3 sekolah dari tingkat PAUD hingga SMA dipastikan mewakili setiap kecamatan sehingga total sebanyak 68 sekolah akan diseleksi oleh tim penilai. Setelah dilakukan penilaian di masing masing sekolah yang menjadi wakil setiap kecamatan maka sekolah sehat yang dinominasikan akan menjadi juara di tingkat kabupaten dan akan mewakili lomba kesehatan tingkat provinsi dan selanjutnya tingkat nasional.

Kriteria pola hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi salah satu poin penilaian dalam lomba kebersihan sekolah tersebut dan ia berharap setiap sekolah bisa lebih meningkatkan kebersihan meski tidak dalam masa penilaian untuk lomba kebersihan sekolah. Upaya tersebut menurut Ahamd Rodhi dilakukan agar setiap sekolah yang ada di Lampung Selatan dari tingkat PAUD hingga SMA menjadi tempat belajar yang nyaman, aman dan sehat sehingga  akan berpengaruh positif bagi mutu pendidikan setiap sekolah.


Penataan lingkungan tersebut menurut Rodhi bukan hanya di dalam kelas namun juga di luar sekolah diantaranya penataan taman di pintu masuk sekolah hingga penataan kebun dan taman Toga. Sejauh ini ia mengungkapkan beberapa sekolah yang telah memasuki tahap seleksi penilaian menunjukkan kondisi yang membanggakan diantaranya dilihat dari sisi visual sejumlah sekolah terlihat asri dengan pepohonan rindang, tempat cuci tangan, pemisahan kotak sampah dan menciptakan suasana nyaman dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) baik bagi siswa maupun guru.

Berdasarkan catatan, beberapa sekolah yang telah dinilai dan cukup memuaskan tim penilai dari tingkat PAUD diantaranya PAUD Pasopati di Desa Sumur Kumbang Kecamatan Kalianda, PAUD Alam di Kecamatan Tanjungbintang, SDN 3 Tajimalela,SMP Tanjungsari, SMA Kecamatan Sidomulyo, SMK Perikanan Kecamatan Sragi. Sekolah sekolah tersebut menurut Rodhi berpeluang mewakili Lampung Selatan dalam lomba sekolah sehat tingkat provinsi Lampung meski hasil akhir akan diumumkan saat tim penilai menyelesaikan semua tahap seleksi.

Sementara itu kepala bidang Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, Samsyiah, saat dikonfirmasi Cendana News mengaku bangga dua PAUD di wilayah Kabupaten Lampung Selatan masuk nominasi kebersihan sekolah. Ia mengaku dua sekolah tersebut masuk nominasi karena memiliki penataan lingkungan belajar yang nyaman dan manajemen sekolah juga cukup baik seusuai standar dasar yang telah ditetapkan. Penataan lingkungan sekolah yang nyaman juga didukung oleh kreatifitas guru pengajar dan keaktifan komite sekolah.


"Tingkat PAUD memang sangat membanggakan dengan kreatifitas guru pengajar yang bagus dan keaktifan siswa diantaranya dalam bidang kesenian tradisional dan juga kegiatan lain,"ungkap Syamsiah.

Kekreatifan guru guru PAUD yang masuk nominasi tersebut diantaranya dengan menanamkan bagi para siswa kemandirian dalam penataan kebersihan sekolah, kebersihan diri sendiri dan juga para guru yang tekun mengajarkan kesenian tradisional musik angklung. Ia berharap upaya memberikan kenyamanan bagi siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan mengajarkan kebersihan tidak hanya dilakukan saat ada tim lomba penilaian sekolah sehat namun dilakukan setiap saat. Ia optimis sejumlah sekolah di Lampung Selatan di tingkat PNF akan semakin meningkatkan mutu pendidikan di tingkat dasar.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Henk Widi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: