SELASA,4 OKTOBER 2016

PONOROGO --- Bencana sepertinya masih enggan lepas dari Ponorogo, sebelumnya bencana banjir yang rutin mendatangi warga kini ganti bencana longsor. Kejadian ini menimpa dua ruangan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Ngrayun dan rumah Panimin warga RT 06, RW 03, Dusun Kliyur, Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo.


Kepala SMP Negeri 4 Ngrayun, Gunadi menuturkan akibat longsor, 2 ruang kelas mengalami kerusakan. "Satu bangunan gedung ketrampilan tidak berfungsi karena terkena material longsoran," ujar Gunadi kepada Cendana News, Selasa (4/10/2016).

Ia menambahkan akibat tanah longsor itu, kegiatan belajar mengajar terganggu. "Kejadian sudah kami laporkan ke Pemkab Ponorogo, mudah-mudahan segera ada penanganan," jelasnya.

Bhabinkamtibmas Desa Dayakan, Bripka Harianto sebelum tanah longsor terjadi, sehari sebelumnya, tepatnya Minggu (2/10/16) mulai pukul 19.00 WIB, hujan lebat melanda Desa Dayakan dan sekitarnya.

"Keesokan harinya atau hari Senin, tepatnya setelah waktu Subuh, air hujan masuk ke rumah Panimin yang berjarak hanya sekitar 1 meter dari tebing dan sekitar pukul 05.30 WIB, tebing tersebut longsor menimpa rumah belakang sebelah kiri dan mengakibatkan jebolnya dinding rumah," kata Bripka Didik Harianto.

Ia menambahkan akibat bencana itu, Panimin mengalami kerugian material puluhan juta rupiah. "Curah hujan yang tinggi dan kontur tanah yang labil diduga menjadi penyebab tanah longsor tersebut," paparnya.

Ia juga menghimbau kepada warga yang tinggal di sekitar tempat kejadian agar waspada bencana tanah longsor. "Jika perlu segera mengungsi apabila terjadi hujan lebat untuk antisipasi longsor," tukasnya.

Polisi, TNI, BPBD dan Perangkat Desa serta masyarakat Dayakan gotong royong melakukan pembersihan lokasi tanah longsor. Meski menyebabkan kerugian materiil, tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa longsor ini. (Charolin Pebrianti).
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: