SELASA, 11 OKTOBER 2016

MALANG --- Orang yang cerdas dan kreatif adalah orang yang suka mengamati karena tanpa pengamatan kita hanya terjebak pada buku teks yang sudah mati, demikian yang di sampaikan Direktur Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, M. Dwi Marianto saat menjadi pembicara di pameran ArtEastIsm#2, Senin (10/10/2016).


"Anda belajar, sekolah, kuliah, membuat karya seni tetapi jika anda tidak pernah mengamati sendiri lingkungan sekitar, jangan berharap anda akan menjadi orang yang kreatif," ujarnya.

Dwi menambahkan, dari hasil pengamatannya ia menyimpulkan bahwa orang yang terpenjara dalam kotak rutinitas biasanya akan merasa jenuh dan mengalami pengecilan otak. Oleh karena itu sebagai manusia kita harusnya bisa keluar dari kotak rutinitas untuk menghirup udara baru.

"Menurut pengamatan saya, komunitas akademis termasuk di dalamnya pendidikan seni masih lebih sering atau sibuk dengan berbagai wacana tentang penulisan, penelitian serta hal-hal yang berorientasi pada raihan akreditasi,"sebutnya.

Di kampus seni faktanya kebanyakan orang berkutat hanya pada wacana mengenai seni saja. Contohnya saja, saat melakukan penelitian, mereka pada umumnya masih berkutat di seputar doing research about art. Padahal dalam membuat penelitian dapat dilakukan melalui beberapa prosesi yang berbeda, contohnya orang bisa melakukan penelitian dalam seni (in art), menggunakan seni (by art), dengan seni (with art) dan untuk seni (for art).


"Kalau anda melakukan kesenian dengan cara pandang yang bervariasi, maka anda akan memiliki kesempatan untuk tidak jenuh,"ungkpanya.

Menurutnya, kegiatan pameran seperti ArtEastIsm#2 ini adalah salah satu pilihan kegiatan akademik yang memungkinkan civitas akademik untuk keluar dari rutinitas yang sangat sibuk dengan game yang namanya akreditasi, standarisasi dan formalitas akademik.

"Saya menyampaikan hal semacam ini sebagai bentuk provokasi tetapi bukan untuk menjadi pemberontak, saya hanya ingin anda mampu melihat persoalan seni dari berbagai macam dimensi dan posisi,"pungkasnya.

Jurnalis ; Agus Nurchaliq / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Agus Nurchaliq

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: