RABU, 19 OKTOBER 2016

JAKARTA --- M. Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat sempat menyebutkan bahwa pada awalnya Menteri Keuangan yang pada saat itu masih dijabat oleh Sri Mulyani Indrawati sebenarnya menolak alias tidak melanjutkan proyek Multiyears terkait dengan pengadaan E KTP yang mulai berjalan sejak tahun 2011, 2012, 2013 tersebut.


Namun ketika Agus Martowardojo yang pada saat itu terpilih sebagai menjadi Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati ternyata bersedia untuk tetap melanjutkan proyek Multiyears pengadaan E KTP tersebut. Maka kemudian dari situlah awalnya proyek E KTP Nasional yang ternyata menghabiskan anggaran negara sekitar 6 triliun Rupiah tersebut dimulai.

"Sepengetahuan saya, proyek-proyek strategis yang bersifat Multiyears seperti proyek pengadaan E KTP tersebut kuncinya sebenarnya ada di Menteri Keuangan, ibaratnya tanpa persetujuan Menteri Keuangan tidak mungkin akan ada proyek pengadaan E KTP semacam itu, saya menduga proyek tersebut digelembungkan atau di mark up sekitar 2,5 triliun Rupiah dari total keseluruhan anggaran yang mencapai sekitar 6 triliun Rupiah" kata M. Nazaruddin di Gedung KPK Jakarta, Rabu (19/10/2016).
Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Eko Sulestyono

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: