KAMIS, 13 OKTOBER 2016

PAMEKASAN --- Puluhan mahasiswa dan santri di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menggelar aksi unjukrasa terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang diduga telah menistakan agama di Mapolres daerah setempat pada hari Kamis (13/10/2016). Mereka menuntut agar pihak kepolisian menindaklanjuti kasus tersebut sesuai aturan hukum yang berlaku di Negara ini.


Para pengunjukrasa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Santri Pamekasan Madura (FMSPM) meminta proses hukum mengenai pernyataan Ahok yang telah dilaporkan kepada pihak Kepolisian Mabes Polri benar-benar ditindaklanjuti secara serius. Karena jika sampai tidak ditindaklanjuti, maka kemungkinan besar masyarakat akan menggunakan caranya sendiri, sebab pernyataan itu sudah membuat ketersinggungan umat islam secara luas.

“Kami atas nama mahasiswa, santri dan umat islam di Pamekasan meminta kepada Kapolri melalui Polres daerah ini agar proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok segera ditindaklanjuti. Karena sampai sekarang belum ada kepastian yang jelas seperti apa tindakan tegas yang dilakukan oleh penegak hukum,” kata Hamdi Jibril, salah satu orator aksi unjukrasa, Kamis (13/10/2016).

Disebutkan, bahwa dalam kasus yang telah membuat umat islam tersinggung ini Polri juga diminta bertindak secara independent, transparan dan berkeadilan. Karena ada kasus yang sama dibeberapa daerah telah ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku, sehingga kasus untuk kasus kali juga harus ditindaklanjuti dengan serius, agar hukum yang ada di Negara ini benar-benar dijalankan dengan baik.

“Kami meminta Polri agar bertindak secara independent, transparan dan berkeadilan. Maka apabila permintaan kami ini tidak dipenuhi, kami akan melakukan aksi besar-besaran,” jelasnya.

Sementara AKBP Nowo Hadi Nugroho, Kapolres Kabupaten Pamekasan mengatakan, pelaporan mengenai itu posesnya di Mabes Polri sudah jalan, sehingga tunggu saja prosesnya agar berjalan sesuai apa yang mestinya tekait pelaporan tersebut. Oleh karena itu dukungan dari mahasiswa beserta santri dan para pimpinan pondok pesantren yang juga ikut menyampaikan permasalahan tersebut untuk melakukan penyidikan sudah disampaikan kepada Kapolri.


“Semoga apa yang sudah rekan-rekan dan para pimpinan pondok pesantren yang sudah melayangkan surat bisa segera dapat tindaklanjut yang tentunya tindaklanjut itu dilaksanakan oleh Mabes Polri untuk memproses kasus tersebut,” terangnya.

Pihaknya berharap terkait dengan permalahan tersebut sama-sama tetap menjaga situasi wilayah daerah ini tetap kondusif dan tidak menjadikan permasalahan ini berkembang meluas, sehingga tidak sampai menjadi isu sara yang sampai merugikan semua dan dapat mencoreng nama daerah ini. 

Jurnalis : M. Fahrul / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : M. Fahrul
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: