RABU, 19 OKTOBER 2016

LAMPUNG --- Keterlambatan pasokan tabung gas elpiji di sejumlah warung tradisional di Kabupaten Lampung Selatan masih menjadi penyebab mahalnya harga tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram. Di sejumlah desa di Kecamatan Bakauheni, Kecamatan Ketapang, Kecamatan Penengahan harga tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram bahkan masih dibanderol dengan harga Rp22ribu-Rp23ribu bahkan di pulau terpencil seperti Pulau Rimau Balak harga tabung gas elpiji dipatok sebesar Rp25ribu. Sejumlah masyarakat mengaku rata rata mengalami kesulitan saat akan membeli tabung gas elpiji akibat pasokan yang terbatas di tingkat agen. Seperti yang dialami Suminah (34) warga Desa Sumur Kecamatan Ketapang mengaku dua pekan terakhir membeli gas dengan harga Rp23ribu meski bulan sebelumnya harga gas dikisaran paling mahal seharga Rp20ribu.


Suminah mengaku telah terbantu dengan langkah pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang bekerjasama dengan Hiswanamigas dan pihak Kecamatan Bakauheni mengadakan operasi pasar murah tabung elpiji ukuran 3 kilogram yang dijual dengan harga Rp17ribu pertabung. Ia mengungkapkan masih berharap operasi pasar murah elpiji bisa mempengaruhi harga yang ada di pasaran sebab dengan operasi pasar yang dilakukan hanya sekali tetap saja tidak akan mengubah harga yang di sejumlah warung.

"Kalau operasi pasarnya hanya sekali tabung gas elpiji maksimal bisa digunakan untuk memasak paling hemat lima hari atau enam hari habis sesudahnya kami membeli di warung harganya masih tetap mahal,"ungkap Suminah saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (19/10/2016).

Ia mengaku cukup terbantu dengan operasi pasar murah tabung gas elpiji yang menurutnya cukup membantu untuk sepekan ke depan meski dirinya dibatasi membeli tabung gas elpiji sebanyak satu tabung. Terkait operasi pasar tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram, Camat Kecamatan Bakauheni,Ariswandi, yang didampingi Kepala Desa Bakauheni Sahroni mengungkapkan operasi pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sudah dilakukan di sejumlah kecamatan dan masih akan dilakukan di sejumlah kecamatan lain sesuai dengan kebutuhan.


Khusus untuk Kecamatan Bakauheni, operasi pasar khusus tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram disiapkan sebanyak 560 tabung gas ukuran 3 kilogram. harga yang masih terjangkau masyarakat ditetapkan sebesar Rp17ribu meski dalam pasar murah tabung gas elpiji sebelumnya sempat dijual dengan harga Rp15ribu.

Ia mengaku masyarakat Bakauheni yang sebagian bekerja sebagai nelayan, pekerja informal sebagai pedagang asongan dan tukang ojek di Pelabuhan Bakauheni menjadi sasaran dalam operasi pasar tersebut. Bantuan kepada masyarakat tersebut ungkap Ariswandi dilakukan karena harga tabung gas elpiji di tingkat pengecer mencapai harga Rp23ribu perkilogram.

Selain bisa membantu masyarakat ekonomi lemah, Ariswandi yang juga menjabat Plt Camat Kecamatan Jati Agung tersebut berharap dengan adanya operasi pasar gas elpiji 3 kilogram akan bisa membantu mengendalikan harga gas yang masih tetap tinggi.

Pantauan Cendana News, sejumlah warga tinggal di Pulau Rimau Balak masih membeli tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram di wilayah daratan menggunakan perahu tradisional. Meski harga yang dipatok cukup mahal diantaranya membeli untuk kebutuhan memasak. Sebagian masyarakat bahkan menyiasati mahalnya harga tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram dengan menggunakan tungku dengan kayu sebagai bahan bakarnya.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Henk Widi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: