SABTU, 1 OKTOBER 2016

MATARAM --- Banyaknya jalur tikus pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dinilai sangat mebahayakan keselamatan wisatawan yang melakukan pendakian, terutama ketika bencana alam terjadi di di kawasan TNGR seperti letusan Gunung Baru Jari yang terjadi beberapa hari lalu.


"Pendakian jalur tikus sangat membahayakan keselamatan wisatawan yang melakukan pendakian, terutama ketika terjadi bencana erupsi Gunung Baru Jari beberapa hari lalu" kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Mohammad Faozal di Mataram, Sabtu (1/10/2016)

Proses evakuasi sulit dilakukan, karena wisatawan yang melakukan pendakian melalui jalur tikus tidak terdata di pos masuk TNGR, dan yang pasti wisatawan yang masuk melalui jalur resmi yang akan terhitung.

Dikatakan, selain itu dari sisi pendapatan jelas merugikan bagi TNGR selaku pengelola Rinjani, karena kalau wisatawan mendaki melalui jalur tikus, jelas tidak terkena uang tiket masuk.

"Karena itulah wisatawan yang hendak melakukan pendakian ke Rinjani diharapkan bisa menempuh jalur resmi, demi keselamatan dan bisa terdata" pungkasnya.

Lebih lanjut, Faozal juga meminta kepada TNGR untuk menertibkan pendakian jalur tikus yang ada, supaya wisatawan bisa masuk melalui jalur pendakian yang resmi.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: