MINGGU, 16 OKTOBER 2016

BANDUNG --- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi menegaskan pihaknya tidak bermaksud mengintervensi penyelengaraan Kongres Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Diketahui, pelaksanaan Kongres yang semula dijadwalkan pada 17 Oktober 2016 menjadi 10 November mendatang.


Memang sempat ada polemik tetang lokasi kongres yang bakal memilih pengurus baru PSSI periode 2016-2020 tersebut. Menpora hanya akan memberi rekomendasi apabila digelar di Yogyakrta. Padahal sebelumnya, PSSI melalui rapat Komite Eksekutif sudah menetapkan Makassar sebagai tempat kongres.

Namun berdasarkan surat dari Fedarasi sepak bola dunia (FIFA) yang diterima oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) per 14 Oktober, bahwa FIFA mengizinkan kongres diundur. Tapi tidak boleh lagi ada pemindahan waktu dan lokasi kongres. Artinya tanggal 10 November adalah batas akhir pelaksanaan dan diselanggarakan tetap di Makassar.

Dikatakan, pemerintah pun menghargai keputusan itu dan mendukung penuh agar kongres berjalan dengan sukses. Demikian dia mengajak seluruh stake holder untuk melaksanakan kongres semaksimal mungkin.

"Silahkan FIFA sudah menegaskan itu dengan suratnya, ayo kita ikutin bersama-sama. Jadi ini tergantung dari mereka, Pemerintah hanya memfasilitasi. Makanya jangan ada istilah intervensi, tapi memfasilitasi," ujar Imam.

Pihaknya berharap dengan adanya kongres bisa mewujudkan sepak bola yang sehat di negeri ini. Artinya secara prestasi bisa kian top, dari mulai pembinaan usia dini hingga kompetisi yang bersih.

"Harapannya agar benahi sepakbola ini dengan baik, tata kelola, kompetisi, pembinaan usia dini sampai kemudian kepercayaan sponsor kepada kompetisi kedepan," pungkasnya.
[Rianto Nudiansyah]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: