JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016

BALI ---‎ Kepala Bidang Pengawasan Kelautan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali, I Made Sudarsana mengatakan, Pemerintah Provinsi Bali sudah mengirim surat secara resmi kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti agar beberapa kapal asing tangkapan yang akan ditenggelamkan sebaiknya ditenggelamkan di wilayah perairan Karangasem Bali terutama di kawasan wisata bahari di Tulamben Karangasem. 


"Surat itu sudah dikirim sejak Juni 2016 lalu. Kabar terakhir kami sudah mendapatkan informasi bahwa surat dari Pemprov Bali sudah didisposisikan ke bagi Satgas 175 sebagai operator lapangan untuk menenggelamkan kapal. Dan Menteri Kelautan dan Perikanan bahkan sudah setuju dengan permintaan Pemprov Bali tersebut," ujarnya di Denpasar, Jumat (30/9/2016).

Menurut Sudarsana, kapal tersebut bukannya ditembak sebagaimana yang terjadi akhir-akhir ini tetapi hanya ditenggelamkan dengan teknik tertentu. Tujuannya, kapal-kapal tersebut akan ditata untuk wisata bawa air dan sebagai tempat tumbuhnya terumbu karang. Artinya, kapal-kapal tersebut hanya ditenggelamkan dan tidak melalui proses peledakan atau penembakan.

"Itulah sebabnya, dalam permintaan melalui surat resmi tersebut, kapal-kapa hasil tangkapan ilegal fishing adalah kapal yang berbahan baku dari besi sehingga dia tenggelam dan tidak terapung lagi. Sedangkan kapal-kapal yang berbahan fiber, tentu saja tidak bisa karena bisa terapung lagi," ujarnya.

Dalam permintaan tersebut, Bali meminta sekitar 5 sampai 6 kapal berukuran sedang hingga besar. Artinya, setelah ditangkap, kapal-kapal itu akan ditarik ke Bali dan diarahkan ke wisata bahari Tulamben Karangasem. Proses penenggelaman akan ditata sedemikian rupa, sehingga saat berada di bawah air, agar kelihatan indah sebagai wisata bahari bawa laut.

"Namun sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut soal pengiriman kapal tangkapan ke Bali. Mungkin karena kapal hasil tangkapan belum ada atau kapal yang ditangkap bukan terbuat dari besi," ujarnya.

Untuk sementara, permintaan baru di wilayah Tulamben Karangasem. Saat ini sedang dilakukan survei di beberapa titik untuk ditaruh kapal hasil tangkapan dari besi.

"Untuk sementara memang baru di Tulamben. Bali butuh beberapa kapal untuk dijadikan wisata bahari bawah laut yang indah. Bangkai kapal tersebut akan ditumbuhi terumbu karang. Bila terumbu karang tumbuh, maka dengan sendirinya akan mendatangkan banyak ikan.

"Kalau terumbu karangnya mati, maka ikannya akan pergi," ujarnya.


Untuk situasi karang, secara umum terjadi blecing berdasarkan hasil survei, akibat kenaikan suhu air laut. Karang mati, ikan akan lari. Sebaliknya jika terumbu karangnya lebat, subur, maka banyak ikan akan datang dengan sendirinya sekaligus menjadi obyek wisata baru di bawah air.
[Bobby Andalan]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: