MINGGU, 2 OKTOBER 2016

MALANG --- Dalam rangka memperingati hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada tanggal 5 Oktober mendatang, sebanyak 38 kontingen Pencak Silat Perisai Diri bertarung memperebutkan piala bergilir dalam ajang 'Brawijaya Open Cup' di GOR Pertamina Universitas Brawijaya (UB).


"Brawijaya Open Cup sengaja diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perisai Diri UB dalam rangka turut memeriahkan hari TNI," jelas ketua pelaksana, Sofyan kepada Cendana News, Minggu (2/10/2016).

Menurutnya, Brawijaya Open Cup bisa dikatakan sebagai gelaran turnamen Pencak Silat bertaraf Internasional karena pesertanya tidak hanya dari Indonesia saja tetapi juga di ikuti peserta dari luar negeri.

"Selain berasal dari berbagai Provinsi di Indonesia, turnamen ini juga di ikuti oleh peserta dari Jepang dan Timor Leste,"ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam gelaran turnamen BOC yang sudah di mulai sejak tanggal 28 September yang lalu ini di ikuti oleh 38 kontingen dengan total peserta 389 atlit dan mempertandingkan 53 nomor pertandingan.

"Karena kami berada di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), jadi ada beberapa nomor yang wajib di pertandingkan versi IPSI seperti tanding dan seni tunggal. Kemudian ada juga beberapa nomor pertandingan versi internal perguruan Perisai Diri salah satunya yaitu serang hindar. Untuk hadiah, selain berhak mendapatkan piala bergilir Prabu Brawijaya, pemenang juga akan mendapatkan sejumlah uang pembinaan," imbuhnya.

Disebutkan, untuk event di Perisai Diri sebenar sudah ada juga kejuaran internasionalnya yakni Perisai Diri International Championship yang biasanya diadakan setiap dua tahun sekali. Dalam ajang tersebut, pada tahun 2012 yang lalu atlit dari UB berhasil memperoleh dua medali emas.

"Di tingkat regional, kami juga selalu masuk di tiga besar juara umum dan di level nasional juga selalu menjadi langganan mendapatkan medali emas,"ujarnya.


Sementara itu Sofyan mengaku bahwa gelaran Brawijya Open Cup tahun ini merupakan gelaran yang pertama dan ia berharap untuk kedepannya bisa rutin diadakan setiap dua tahun sekali.

"Semoga kedepannya ajang BCO ini bisa terselenggara rutin dua tahun sekali dan bisa diikuti lebih banyak lagi peserta dari luar negeri,"pungkasnya.
[Agus Nurchaliq]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: