SENIN 31 OKTOBER 2016 

MAUMERE --- Barang kebutuhan pokok di Kota Larantuka sangat mahal dan terkesan ada pembiaran oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Flores Timur (Flotim).  Masyarakat pun tidak bisa berbuat apa-apa.

 Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi (baju putih) saat meninjau deraga peti kemas Laurens Say Maumere.



“Katanya ada tol laut tapi kenapa barangnya lebih mahal dari Maumere. Kami dengar ada pengusaha yang monopoli dan dan mereka menjualnya mahal meski mendpaat subsidi pemerintah,” ujar Yosef Kelen.  Warga Larantuka yang ditemui Cendana News di komplek pertokoan Kota Maumere ini mengaku lebih senang berbelanja barang jualan untuk kiosnya di Maumere sebab harganya bisa 2 kali lebih murah.

“Kami minta Presiden Jokowi dan polisi untuk menangkap pengusaha yang melakukan monopoli dan mempermainkan harga. Kami juga heran,kenapa ada pembiaran dari Dinas Perindag dan Pelni Larantuka,” sesalnya.

Yosef mengaku mengetahui ada kapal tol laut yang masuk ke pelabuhan Larantuka dan ada satu pemilik toko di kota ini yang mendapatkan fasilitas ini. Sayangnya harga barang tetap dijual lebih mahal bahkan bisa dua kali lipat dari yang dijual di kota Maumere.


Dermaga peti kemas di pelabuhan Larantuka yang disinggahi kapal tol laut.


“Pemerintah pusat harus menangkap oknum yang sengaja mempermainkan harga ini sebab mereka manfaatkan fasilitas dan uang negara untuk memperkaya diri,” protes Yosef kesal.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi pun terhenyak saat mengetahui bahwa harga barang di kota Larantuka kabupaten Flores Timur yang ada kapal tol lautnya 2 kali lipat dari harga di kota Maumere yang tidak ada tol lautnya.

Saat meninjau Dermaga Peti Kemas Laurens Say Maumere Sabtu (29/10/2016) sore  dan ditanyai awak media, Menteri Perhubungan kaget dan menanyakan apakah ibukota kabupaten tersebut masih di wilayah pulau Flores. Menteri Perhubungan pun langsung memanggil Kepala KSOP Laurens Say Maumere Jasra Yuzi Irawan dan meminta untuk mencatatnya serta segera membuat laporan ke kantor Kementrian Perhubungan agar cepat ditidaklanjuti.

“KSOP Maumere mana, tolong dicatat, kirim surat kepada kita ya! Tolong dicatat monopolinya di mana dan tidak ada monopoli lagi ya,!“ perintahnya.

Ketika dijawab kepala Syahbandar Maumere bahwa itu terjadi di Larantuka, kabupaten tetangga, Menteri Perhubungan langsung memotong pembicaraan dengan mengatakan barangnya kan juga berasal dari Maumere.

“Tapi kan barangya masuknya dari sini. Tolong dicatat ya dan diberitahukan, jangan lagi ada monopoli,” pintanya.

Menteri Budi menginginkan bila ada tol laut barang –barang komoditi lokal bisa diangkut ke luar daerah. Dia juga memanggil Wakil Bupati Sikka dan menanyakan komoditi apa saja di daerah Sikka dan Flores yang bisa dibawa untuk dijual ke luar Flores.

“Kami  meminta pemda membentuk suatu badan untuk memastikan barang-barang yang masuk tidak diambil tengkulak sehingga dengan adanya tol laut harga barang bisa lebih murah,” pungkasnya.

Saat Cendana News berada di kota Larantuka Senin (24/10/2016) hingga Rabu (26/10/2016) warga kota Larantuka yang ditanyai pun mengeluhkan hal ini.  Warga menyesalkan tak adanya tindakan dari Dinas Perindag Flotim dan Pemda serta DPRD Flotim terkait hal ini.

Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar: