KAMIS, 6 OKTOBER 2016

YOGYAKARTA --- Di saat petani di Kabupaten Bantul diresahkan dengan curah hujan tinggi yang memaksa mereka memanen tanaman palawijanya lebih awal dan bersiap menanam padi, petani di Sleman justru masih ada yang menanam palawija. 


Dua pekan ini hujan hampir setiap hari turun di wilayah DI Yogyakarta. Bahkan seperti diberitakan sebelumnya, hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan ratusan hektar lahan palawija seperti jagung, kedelai, kacang tanah dan tembakau di Kabupaten Bantul terpaksa dipanen lebih awal. Sebagian masih bisa diselamatkan, namun sebagian besar lagi tak bisa lagi dipanen karena layu dan busuk akibat banyak air.

Namun, kondisi tersebut dirasakan berbeda oleh sejumlah kecil petani di wilayah Kabupaten Sleman. Arjo Utomo, petani di Dusun Bendungan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, ditemui saat menabur benih kacang tanah pada Kamis (6/10/2016) mengatakan, sudah ketiga kalinya ini ia menanam kacang tanah di lahannya seluas 325 meterpersegi. Dua kali panen kemarin, Arjo mengaku mendapatkan hasil yang memuaskan.


Sekarang, di saat hujan biasa turun di waktu siang atau sore hari semakin sering membasahi lahannya, Arjo tetap bertahan menanam kacang tanah. Menurutnya, hujan deras yang turun hampir setiap hari dua pekan ini belum tentu akan terus berlangsung. Karenanya, Arjo yang sudah berusia 90 tahun namun masih terlihat bugar itu tetap yakin, kacang tanah yang ditanamnya akan menghasilkan panen yang memuaskan.

Dari luas lahan 325 meterpersegi itu, Arjo membutuhkan bibit kacang sebanyak 4 Kilogram. Bibit kacang dibuatnya sendiri dari hasil panen sebelumnya. Sementara dari lahan seluas itu, Arjo biasa mendapatkan hasil 50 Kilogram kacang tanah kering.

Dengan harga jual sebesar Rp. 10.000 Per Kilogram, Arjo sudah sangat beruntung karena biaya produksi yang sangat rendah. Kebutuhan bibit dipenuhinya sendiri sehingga tidak harus membeli. Sementara gangguan hama relatif tidak ada.

"Justru dengan sesekali ada hujan ini hama tikus juga tidak menyerang", pungkasnya. 

Jurnalis : Koko Triarko / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Koko Triarko

Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: