SABTU, 1 OKTOBER 2016

LAMPUNG --- Petugas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni berkoordinasi dengan petugas Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I wilayah Kerja Pelabuhan berhasil menggalkan upaya pengiriman daging celeng tanpa dokumen. Meski sudah diketahui truk pembawa daging celeng asal Sumatera Selatan yang kemudian ditampung di wilayah Bandarjaya  tersebut namun truk sudah terlanjur menyeberang menggunakan KMP Munic di dermaga II Pelabuhan Bakauheni.


Menurut keterangan petugas penyidik karantina pertanian wilker Bakauheni, Buyung Hadiyanto, kendaraan pembawa daging celeng tersebut ditengarai sering menyelundupkan daging dengan modus ditutupi barang lain. Bahkan pada modus terakhir kendaraan tersebut diinformasikan membawa karpet dan barang retur yang akan dikembalikan ke Jakarta.

“Kita memang sudah melakukan pemantauan selama beberapa hari terkait informasi pengiriman daging celeng tanpa dokumen tersebut namun ternyata pelaku memakai modus yang berbeda beda,”ungkap Buyung Hadiyanto saat dimintai keterangan di Mapolsek KSKP Bakauheni, Sabtu (1/10/2016)

Meski sudah berada di atas kapal KMP Munic namun Buyung mengaku sudah mengantongi plat nomor kendaraan pembawa daging celeng asal Pulau Sumatera yang akan diselundupkan ke Jakarta tersebut. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan karantina Cilegon dan pihak KSKP Merak untuk melakukan pencegahan agar truk pembawa sebanyak 2 ton daging celeng tersebut tidak didistribusikan ke Pulau Jawa.

Salah satu pengurus jasa penyeberangan yang berada di pelabuhan Bakauheni, Amin Putra, kepada petugas mengaku tidak mengetahui bahwa truk yang diurusnya untuk menyeberang membawa daging celeng meski setelah dikonfrontir mobil yang diseberangkan tersebut adalah mobil yang membawa daging celeng tersebut. Amin Putra bahkan sama sekali tidak mengetahui barang bawaan kendaraan tersebut.

Terkait adanya pengiriman daging celeng tersebut, Kapol KSKP Bakauheni, Iptu Nawardin mengungkapkan akan berkoordinasi dengan petugas Karantina Pertanian Kelas II A Cilegon. Sebab saat akan dilakukan penangkapan ternyata mobil pembawa daging celeng tersebut sudah masuk ke dalam kapal meskipun tiket kendaraan tersebut masih dibawa oleh pengurus dari SBSI.

“Kita lakukan koordinasi sekaligus mencocokkan dengan pantauan CCTV petugas tol gate Mata Pencil meski saat dikejar truk tersebut sudah melarikan diri,”ungkapnya.

Iptu Nawardin yang sebelumnya bertugas di Krimsus Polda Lampung tersebut mengaku akan melakukan operasi di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait diantaranya untuk mencegah lalulintas barang barang terlarang tanpa dokumen.
[Henk Widi]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: