SELASA, 18 OKTOBER 2016

KAYONG UTARA --- Anak kecil hingga remaja di Desa Rantau, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat, setiap malam minggu pergi mengaji. Mereka berjalan kaki sejauh belasan kilometer dari rumahnya. Walau pun fasilitas seadanya, mereka khusyuk belajar di sebuah rumah penduduk yang beratapkan daun rumbia.


Remaja Desa Desa Rantau, Zainali Abidin menuturkan, sudah menjadi tradisi warga desa setiap malam minggu pergi mengaji Al- Quran. Remaja berusia 17 tahun ini berujar, itu dilakukan guna memupuk keagamaan di desa.

“Bapak saya bilang, dulu waktu muda juga belajar ngaji setiap malam minggu. Ini sudah lama di desa secara turun temurun,” tuturnya, Selasa (18/10/2016).

Menurutnya, warga desa memanfaatkan malam minggu dengan mengaji justru mendapat ketenangan. Selain, berkumpul, warga desa juga berdiskusi.

“Silaturahmi antar sesama. Dengan mengaji, kita juga merasa tenang. Ini banyak hal positif kita dapat,” ucap pria yang mengaku sekolah di SMA kelas X.

Sama halnya Diani Putri. Perempuan berusia 18 tahun ini menuturkan, setiap malam minggu ia bersama adiknya pergi mengaji. Ia berpendapat, mengaji sudah menjadi keharusan di keluarganya.

“Bapak/ibu saya selalu pesan, bahwa mengaji itu bekal kita menjalani kehidupan. Karena dengan menjaga, kita lebih tahu akan aturan hidup. Karena ada diskusi setelah mengaji,” ucapnya.

Tempat mengaji yang ala kadarnya, bukan alasan bagi remaja desa ini untuk belajar. Justru, dengan fasilitas minim itulah, remaja desa semakin semangat belajar agama Islam dengan sungguh-sunguh.


Remaja desa berharap, suatu hari nanti tentunya di desa mereka akan tumbuh generasi yang bermoral.

“Cita-cita kami di desa ini tentu mendapatkan keberkahan dalam hidup. Minim fasilitas, tapi, kami semangat terus belajar,” ujarnya yang mengaku diajar mengaji Al-Quran dari pemuda desa di wilayah itu.

Jurnalis : Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Aceng Mukaram

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: