SABTU, 1 OKTOBER 2016

PONTIANAK --- Dduga minimnya stok cabai rawit menyebabkan harganya meningkat drastis. Dari sebelumnya Rp 1.200 per satu ons menjadi  Rp 4.500 seperti yang terpantau di pasar Flamboyan Kota Pontianak, Kalimantan Barat.


“Naiknya begitu cepat. Tadi saya beli di pasar Flamboyan 3 kilo gram. Satu kilogram Rp 45 ribu,” ujar Beti Susantiyani (32), warga Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Sabtu (1/10/2016).

Disebutkan, saat ditanyakan kepada pedagang, mereka menjelaskan, kenaikan harga dipicu kelangkaan cabai rawit yang dipasok dari daerah Jawa.

“Alasannya stok berkurang. Saya heran juga,” ucapnya.

Ia mengaku terpaksa membeli cabai rawit karena keperluannya untuk bumbu masak. Karena, ia setiap harinya membuka warung nasi serta lauk pauk. Namun demikian, ia tetap tidak menaikan harga lauk pauk dan nasi.

“Hanya ukurannya saja selisihkan. Karena kalau dinaikan harga pelanggan saya pasti kapok,” ujarnya.

Warga Kota Pontianak lainnya, Veligina Suanati mengaku, jika selama ini ia membeli cabai rawit di pasar selalu berubah-ubah setiap harinya.

“harganya tidak beraturan. Sehari dua hari berubah. Itu terjadi di semua pasar di Pontianak,” ucapnya yang mengaku memiliki warung nasi di Jalan Komyos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak. 
[Aceng Mukaram]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: