SABTU, 8 OKTOBER 2016

MATARAM --- Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Kelas II Mataram, Muhlin mengatakan, penyeludupan bibit lobster ilegal melalui bandara Lombok Internasional Lombok (LIA) semakin canggih dengan berbagai macam modus


"Semakin canggih saja cara penyeludupan bibit lobster yang dilakukan para pelaku melalui bandara LIA" kata Muhlin di Mataram, Sabtu (8/10/2016).

Menurutnya, kalau dulu biasanya menggunakan tabung berisi air, sekarang bisa dilakukan dengan menggunakan kapas yang dibasahkan, kemudian dimasukkan ke dalam koper dengan rapi.

Penangkapan yang dilakukan Balai KIPM sekarang sendiri termasuk pengiriman yang masih biasa dan tradisional, hanya pengirimannya menggunakan koper.

"Kalau beberapa kali penggagalan pengiriman bibit lobster yang kita lakukan, kebanyakan sudah menggunakan gabus, suupaya selain ringan, juga tidak mengeluarkan air, untuk mengelabui petugas" katanya

Lebih lanjut ia menambahkan, meski Kementerian dan Kelautan telah mengeluarkan Permen No.1 tahun 2015 tentang larangan menangkap dan menjual lobster yang beratnya di bawah 300 gram, tapi warga masih saja tetap nekat menangkap dan menjual lobster.

"Penghasilan serta harga yang menggiurkan dari hasil penjualan lobster, menjadi salah satu alasan warga masih tetap nekat menangkap dan menjual bibit lobster" tutupnya.

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Turmuzi
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: