SABTU, 1 OKTOBER 2016

PAMEKASAN --- Dalam rangka menyambut hari batik berbagai macam cara dilakukan, salah satunya dengan membekali murid sejak dini untuk mengenal dan mengetahui proses pembuatan batik seperti yang dilakukan oleh Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Dimana mereka dibawa untuk berkunjung dan melihat secara langsung pembuatan batik home industri daerah setempat.


Pada saat berkunjung ke kampung batik yang terletak di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, para murid dari TK Quantum Cendekia, Kota Pamekasan ini dibimbing membuat batik oleh pengrajin. Sehingga mereka nantinya bukan hanya bisa mengenal saja, tetapi ia akan dapat mengkreasikan guna melestarikan batik yang ada di daerah agar tidak punah begitu saja.

“Kegiatan ini merupakan untuk menyambut hari batik, sehingga kami mengajak seluruh murid untuk berkunjung ke kampung batik yang ada di daerah ini. Karena di momentum hari batik ini sangat tepat untuk mengenalkan batik sejak dini terhadap para murid taman kanak-kanak, supaya nantinya mengenal dan juga bisa membuat batik,” kata Kamariyah, Kepala Taman Kanak-Kanak (TK) Quantum Cendikia, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (1/10/2016).

Diharapkan kedepan mereka bisa juga ikut turut melestarikan agar batik yang ada di daerah ini tidak punah begitu saja, karena sampai kapanpun keberadaan batik tersebut harus dipertahankan, sebab itu merupakan peninggalan nenek moyang yang perlu dijaga dan dilestarikan.
                   
“Jadi ketika datang langsung ke tempat pengrajin batik ini mereka bisa mengetahui dan belajar langsung cara membuat batik. Supaya mereka bisa mencintai terhadap batik dan juga ikut melestarikannya. Sebab batik ini peninggalan nenek moyang yang menjadi kebanggaan masyarakat daerah ini,” jelasnya.


Dalam kunjungannya ke kampung batik, para murid yang usinya baru beranjak 4-5 tahun itu terlihat senang saat dibimbing oleh pengrajin batik. Antusiasme siswa belajar membatik terlihat tinggi, pada diajari menggambar dengan menggunakan alat membatik (Canting), mereka terlihat serius dan memperhatikan apa yang diperagakan oleh sang pengrajin. 
[M. Fahrul]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: