JUM'AT, 7 OKTOBER 2016

YOGYAKARTA --- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Yogyakarta, merilis hasil prakiraan cuaca yang saat ini untuk wilayah DI Yogyakarta telah memasuki musim penghujan. Diprakirakan intensitas hujan di awal musim ini sangat tinggi sehingga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.


Bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, sambaran petir, pohon tumbang dan sejenisnya dimungkinkan terjadi karena intensitas hujan di awal musim ini diprakirakan bisa mencapai 300-400 milimeter dalam satu bulan, atau di atas 50 milimeter seharinya. Sementara itu, angin kencang dengan kecepatan di atas 45 kilometer perjam dan suhu maksimun di siang hari hingga 34 derajat celcius berpotensi terjadi serta kemungkinan terjadinya gelombang tinggi hingga 4 meter.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Yogyakarta, Tony Agus Wiajaya, menjelaskan, prakiraan musim penghujan datang 2-3 dasarian lebih awal dari normal dan berpotensi menimbulkan cuaca ekstrim tersebut didasarkan kepada dinamika dan pergerakan atmosfir antara lain suhu permukaan air laut di selatan Pulau Jawa  yang mencapai 27-30 derajat celcius atau 1-2 derajat celcius dibandingkan normalnya, adanya kenaikan suhu permukaan air laut di sebelah barat Sumatera dan kondisi La Nina yang lemah serta melemahnya pula angin timuran dan menguatnya angin baratan.


"Beberapa faktor itu ditambah posisi gerak semu matahari di Bulan Oktober yang berada di atas Pulau Jawa atau selatan ekuator, sehingga menyebabkan peningkatan pembentukan awal hujan di wilayah DI Yogyakarta datang lebih awal pada 5-12 Oktober 2016 ini", ujarnya, Jumat (7/10/2016).

Dengan prakiraan cuaca ekstrim tersebut, Tony meminta kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi untuk lebih wasapada. Beberapa daerah dimungkinkan mengalami cuaca ekstrim di wilayah Sleman antara lain Tempel, Turi, Pakem, Ngaglik, Mlati, Seyegan dan Cangkringan. Sedangkan di Kabupaten Kulonprogo meliputi Kecamatan Samigaluh, Kalibawang, Temon, Girimulyo, Nanggulan dan Kokap.

Jurnalis : Koko Triarko / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Koko Triarko
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: