KAMIS, 13 OKTOBER 2016

SUMENEP --- Akibat cuaca musim kemarau pendek membuat produksi garam di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada tahun 2016 tidak mampu memenuhi target yang telah ditentukan oleh kementerian. Petani hanya menjalankan produksi garam kurang lebih selama satu bulan, sehingga garam yang dihasilkan cukup sedikit dibanding dengan musim saat kondisi cuaca sedang normal.


Produksi garam di ujung timur Pulau Madura pada tahun ini mengalami penurunan yang cukup ketimbang tahun-tahun sebelumnya. hal itu disebabkan cuaca buruk akibat pengaruh La Nina, sehingga petani garam tidak bisa mendapatkan hasil sesuai yang diharapakan, sebab masa musim garam kali ini tidak berlangsung lama, padahal jika dalam kondisi cuaca normal, mereka mampu memproduksi selama kurang lebih empat bulan.

“Jadi dengan kondisi seperti ini sangat berpengaruh terhadap tingkat produksi garam di daerah ini, karena produksi itu masih sangat bergantung kepada kondisi cuaca. Karena musim kali ini petani disini baru memproduksi garam pada akhir Agustus hingga akhir September,” kata Moh. Jakfar, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Kabupaten Sumenep, Kamis (13/10/2016).

Disebutkan, pada tahun 2016 daerah ini tidak mampu memenuhi target produksi garam dari Kementerian Kelautan, karena produksi garam hanya mencapai 16.686,4 tons, sehingga itu sangat jauh ketimbang ketentuan target yang mencapai 260.000 tons. Namun dengan kondisi cuaca yang sangat tidak memungkinkan tidak lagi bisa disiasati agar produksi mencapai target, karena hal itu sudah merupakan faktor alam.

“Untuk tahun ini kami tidak bisa berbuat banyak untuk mengejar target produksi garam akibat cuaca buruk. Makanya kondisi ini akan menjadi bahan pertimbangan untuk tahun berkutnya,” jelasnya.


Dalam rangka untuk menggenjot produksi garam di daerah ini, pihaknya juga menyiapakan lahan garam yang terintegrasi dengan luas 24 hektar, itupun semua biaya produksi ditanggung oleh pemerintah.
[M. Fahrul]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: