SABTU, 1 OKTOBER 2016

LOMBOK --- Musim tanam tahun ini dinilai sebagian petani Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terutama petani tembakau dan semangka sebagai musim tanam paling merugikan.


Pasalnya, meski pertumbuhan tembakau dan buah semangka yang ditanam petani bagus dan menjanjikan, tapi panen belum sempat banyak dilakukan, terjadi hujan lebat selama beberapa minggu mengakibatkan tembakau dan semangka petani mengalami kerusakan parah dan membusuk

"Kalaupun ada yang berhasil dipanen, harganya anjlok serta jauh dari harapan, mengakibatkan petani merugi, makanya musim tanam tahun ini merupakan musim tanam paling merugikan bagi petani" kata Rijan, Petani tembakau Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Tengah kepada Cendana News, Sabtu (1/10/2016)

Rijan menuturkan, dari belasan pertumbuhan daun tembakau yang ditanam, terhitung dirinya baru melakukan panen selama dua kali, sementara sisanya duluan diguyur hujan, layu dan menguning dan tidak bisa lagi dijual

H. Azhar, petani semangka Desa Kateng menuturkan, sebelumnya dirinya sudah berharap akan bisa mendapatkan keuntungan dari semangka jenis hibrida yang ditanam di lahan dimiliki

Tapi harapan tersebut menjadi buyar, setelah hujan lebat yang berlangsung selama beberapa minggu dan mengguyur tanaman semangka yang tinggal satu minggu lagi siap panen

"Pusing sekali rasanya, melihat kenyataan, puluhan kwintal buah semangka harus membusuk dan hanya sebagian yang bisa diselamatkan dan dipanen lebih awal, tapi mau bagaimana, mungkin belum rizki" kenang Azhar pasrah
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: