RABU, 12 OKTOBER 2016

LAMPUNG --- Bertahun tahun mendambakan lokasi dermaga tambat tambahan untuk perahu milik nelayan di wilayah pesisir Kalianda Lampung Selatan selain di pusat pendaratan ikan (PPI) akhirnya terealisasi, bahkan ditambah dengan mulai beroperasinya stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) atau Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) PPI Bom. 


Salah satu anggota kelompok nelayan Mina Dermaga, Komar (40) mengatakan, selama ini nelayan masih menggunakan areal tambat di PPI Bom yang semakin hari tidak mencukupi untuk kebutuhan sandar kapal kapal nelayan, baik lokal maupun nelayan dari wilayah Provinsi Banten dan Lempasing.

Lokasi sandar bagi nelayan Kalianda yang berada di dekat galangan kapal milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lampung Selatan tersebut sekaligus dibuat dengan sistem penimbunan menggunakan batu yang berfungsi sebagai penahan gelombang. Komar mengungkapkan saat ini kapasitas dermaga sandar yang digunakan para nelayan dengan panjang kapal rata rata sepanjang 15 meter bahkan harus bersandar dengan sistem berhimpitan akibat sudah banyaknya perahu nelayan berbagai jenis diantaranya jenis bagan congkel, perahu ketinting dan berbagai jenis perahu lain.

“Selama ini nelayan menggunakan dermaga PPI Bom namun untuk sandar agak kesulitan ketika jumlah nelayan semakin banyak terutama ketika musim angin kencang banyak nelayan sandar di dermaga Bom,”terang Komar yang merupakan salah satu pemilik perahu jenis bagan congkel saat berbincang dengan Cendana News di lokasi PPI dermaga Bom Kalianda, Rabu (12/10/2016).

Posisi dermaga yang dilindungi penahan gelombang mengakibatkan nelayan memilih menambatkan perahu di PPI dermaga Bom tersebut membuat nelayan mengusulkan untuk pembuatan dermaga tambat yang baru. Realisasi pembuatan dermaga tambat tersebut menurut Komar  membuat nelayan terbantu karena dengan adanya tambahan dermaga tambat mereka lebih leluasa menyandarkan perahu. Meski sudah ada lokasi sandar yang baru yang dominan digunakan sebagai tempat sandar kapal kapal yang akan menjalani proses docking dan pembuatan kapal baru namun sebagian nelayan memilih menggunakan dermaga sandar baru untuk menambatkan perahu yang mereka miliki.

Harapan nelayan setempat yang sudah terealisasi selain tambahan dermaga sandar juga fasilitas SPBN atau dikenal dengan Solar Packed Dealer Nelayan(SPDN). Pantauan Cendana News SPBN tersebut mulai beroperasi selama dua pekan terakhir. Petugas pengelola SPBN PPI Dermaga Bom Kalianda Jaka mengungkapkan, SPBN yang dibangun tersebut diperuntukkan khusus untuk melayani kebutuhan bakar bakar minyak (BBM) nelayan setempat. Jenis BBM yang disediakan di SPDN 29.355.03 tersebut diantaranya Bio Solar yang dijual dengan harga bersubsidi yakni Rp5.150 per liter.

Beroperasinya SPDN tersebut menurut Jaka menguntungkan nelayan karena sebagian besar tidak perlu susah-susah lagi untuk mendapatkan bahan-bakar minyak untuk kebutuhan melautnya yang selama ini didapat dengan membeli di SPBU lain.

Ia menerangkan, beroperasinya SPDN PPI Dermaga Bom Kalianda, setelah pengurus koperasi menyediakan dana pengoperasian untuk membeli bio solar di pertamina guna memenuhi kebutuhan para nelayan yang bersandar di dermaga bom Kalianda.

“Pada tahap awal,SPDN  baru menyetok bio solar sebanyak 8.000 liter meski jumlah tersebut belum bisa untuk mencukupi kebutuhan nelayan disini, tetapi karena baru tahap awal dijual dengan sistem jatah minyaknya kepada para nelayan yang membeli,”ungkapnya.

Dikatakan Jaka, selain menyediakan bio solar, di SPBN PPI Dermaga Bom juga tersedia bahan bakar minyak jenis pertalite yang dikhususkan bagi pengguna kendaraan sepeda motor baik warga sekitar maupun nelayan.

“Pertalite kami jual dengan harga yang sama seperti di SPBU lainnya yakni Rp7.100 perliter. Untuk stok minyak pertalite yang tersedia jumlahnya juga sama dengan bio solar yakni baru 8.000 liter,” katanya.

Pihaknya berharap, dengan telah beroperasinya SPND PPI Dermaga Bom Kalianda, para nelayan baik lokal maupun luar daerah yang bersandar di dermaga bom Kalianda tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan bahan-bakar untuk melaut.

Keberadaan dermaga sandar baru dan SPDN di PPI Bom Kalianda juga disambut positif masyarakat ditambah dengan lokasi yang berdekatan dengan wisata kuliner Kalianda. Selain bisa menikmati sajian kuliner berbahan ikan laut warga sekitar juga bisa menikmati suasana santai di sekitar dermaga sambil melihat aktifitas nelayan yang ada di PPI dermaga Bom dan bisa membeli ikan di pasar ikan higienis dan di lokasi pelelangan.

Fasilitas yang ada di sekitar dermaga bom Kalianda diantaranya pusat kuliner Kalianda dengan sajian makanan hasil laut, SPDN, tempat pelelangan, dua lokasi sandar kapal, galangan perahu sekaligus untuk perbaikan perahu serta fasilitas lain yang menjadi lokasi favorit warga untuk menikmati senja hari.
[Henk Widi]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: