SABTU, 1 OKTOBER 2016

LAMPUNG --- Nelayan di wilayah Pesisir Timur dan Barat Lampung menyambut positif batalnya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang direncanakan akan diberlakukan oleh pemerintah mulai 1 Oktober ini. Sebelum rencana kenaikan harga bahan bakar minyak tersebut bahkan ratusan nelayan di dermaga Tempat pendaratan ikan (TPI) Boom Kalianda, dermaga Muara Piluk Bakauheni, dermaga Ketapang, dermaga Tempat Pendaratan Ikan Labuhan Maringgai melakukan aksi memborong solar untuk mengantisipasi rencana kenaikan. 


Sejumlah nelayan bagan bahkan mengantri untuk mendapatkan BBM jenis solar di stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan (SPBN) milik PT Aneka Kimia Raya (AKR) di dermaga Muara Piluk, SPBN dermaga Boom Kalianda dan SPBN di Labuhan Maringgai Lampung Timur.

Salah satu nelayan bagan di dermaga gading mas Labuhan Maringgai Lampung Timur, Sobri mengaku batalnya kenaikan harga solar untuk sementara waktu setidaknya bisa mengurangi beban nelayan yang saat ini menghadapi cuaca buruk. Ia mengaku dalam satu kali melaut biaya operasional yang dikeluarkan dari membeli BBM dan biaya lain bisa mencapai Rp.6juta sementara pendapatan tangkapan ikan menurun drastis.

“Kalau solar jadi dinaikkan dalam kondisi musim seperti ini, nyaris sama saja mencekik kami para nelayan, karena harga solar standar belum naik saja kami dalam kondisi merugi terutama untuk biaya operasional,”ungkap Sobri saat ditemui Cendana News di dermaga Labuhan Maringgai, Sabtu (1/10/2016).

Ia mengaku nelayan yang jumlahnya mencapai ratusan di wilayah tersebut melakukan aktifitas di Laut Jawa dan Selat Sunda serta wilayah pesisir Timur Lampung. Penghasilan nelayan saat melaut yang tak sebanding dengan tingginya biaya operasional yang kerap tak terduga, akan semakin memberatkan jika kenaikan BBM jenis solar pasti diterapkan oleh pemerintah.

Dampak cuaca buruk saja ungkap Sobri mengakibatkan tangkapan nelayan jenis ikan selar, ikan cumi, ikan kembung, ikan teri menjadi berkurang dari hari biasa. Nelayan berharap pemerintah bisa mengkaji untuk menaikkan harga solar terutama bagi para nelayan. Penghasilan yang menurun akibat kondisi cuaca tersebut mengakibatkan sebagian nelayan memilih untuk menyandarkan perahunya dan tidak beroperasi menunggu cuaca membaik.

Aksi membeli solar dalam jumlah banyak sebelum kenaikan terjadi bahkan dilakukan sejumlah nelayan di dermaga Muara Piluk dengan membawa sejumlah jerigen. Meski demikian pengelola SPBN PT AKR, Catur mengungkapkan kuota setiap kapal bagan dan kapal lain sudah ditentukan. Pembelian bahkan menggunakan kartu khusus nelayan karena AKR hanya menyiapkan sebanyak 30 ton BBM solar untuk nelayan.

“Kebutuhan masing masing nelayan kan berbeda dan di dermaga Muara Piluk ada ratusan jadi sudah dihitung dan tidak diperkenankan membeli lebih dari kuota kebutuhan,”ungkapnya.

Diketahui sebelumnya masyarakat sebagian menunggu rencana pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak jenis tertentu dan sekaligus menaikkan BBM jenis tertentu. Pemerintah bahkan akhirnya memutuskan untuk mempertahankan harga jual jenis bahan bakar minyak (BBM) tertentu dan jenis BBM khusus penugasan pada 1 Oktober. Menurut pelaksana tugas Kepala Biro Komunikasi, Layanan, Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Parlaungan Simatupang, ada sejumlah pertimbangan yang diambil pemerintah.

"Berdasarkan hasil koordinasi lintas sektor serta mempertimbangkan berbagai aspek, diantaranya kemampuan keuangan negara atau situasi perekonomian, kemampuan daya beli masyarakat, serta ekonomi riil dan sosial masyarakat, pemerintah menetapkan tidak ada perubahan harga jual jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus penugasan," ujar Parlaungan dalam keterangan resminya (30/9/2016).

Menurut Parlaungan, terhitung mulai 1 Oktober pukul 00.00 WIB, harga jual solar bersubsidi tidak akan turun, yakni sebesar Rp 5.150 per liter, dan harga jual bensin RON 88 penugasan atau premium pun tetap, yakni sebesar Rp 6.450 per liter.

"Sementara itu, harga minyak tanah adalah sebesar Rp 2.500 per liter," kata Parlaungan.


Santer beredar kabar bahkan pemerintah akan menurunkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin RON 88 atau premium. Harga jual premium dikabarkan akan turun Rp 300 per liter menjadi Rp 6.150 per liter. Sementara itu, harga jual solar akan mengalami kenaikan Rp 600 per liter menjadi Rp 5.750 per liter dari sebelumnya Rp 5.150 per liter.

Harga jual jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus penugasan ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Harga jual eceran BBM dikaji setiap tiga bulan sekali.
[Henk Widi]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: