JUMAT, 14 OKTOBER 2016

BALIKPAPAN --- Ketua PHRI Balikpapan, Yulidar Gani menyebutkan, tingkat keterisian kamar hotel yang mengalami penurunan dari tahun ke tahun, membuat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Balikpapan mendesak Pemerintah Kota untuk menahan laju investasi perhotelan yang terus tumbuh setiap tahunnya. 


Menurutnya, kondisi ekonomi daerah yang belum pulih dan objek wisata yang kurang menjadikan tingkat isian kamar menurun.

"Bisa dikatakan sudah oversupplay jumlah kamar, dari kunjungan yang datang. Kian tahun makin terasa, sekarang saja tingkat isian sekitar 50-60 persen," jelasnya saat dihubungi di Balikpapan, Jumat (14/10/2016).

Yulidar menilai, selama ini pemerintah terlalu mudah memberi perizinan sektor perhotelan. Ditambah, kemudahan perizinan tak diimbangi penggarapan sektor pariwisata secara serius.

"Perbaikan dulu objek-objek wisata yang ada, digarap dengan serius meski tidak hanya mengandalkan pertemuan besar di kota ini. Bukan menghentikan, tapi batasi perizinannya," ujarnya.

Pihaknya meminta kepada Pemerintah Kota mendata jumlah kamar hotel sekarang dengan jumlah kunjungan setiap tahunnya, agar korelasinya ada dan sesuai dengan permintaan.

"Kalau jumlah kamar lebih besar dari pada permintaannya maka pelaku perhotelan juga bisa rugi, dan masing-masing hotel menawarkan paket kamar yang murah," tambahnya.
[Ferry Cahyanti]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: