SABTU, 15 OKTOBER 2016


YOGYAKARTA --- Dua siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Karangmojo, Gunungkidul, Albertus Tuhu Setyo Nugroho dan Fauzan Diki Romadhon, meraih medali emas dalam ajang Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun ini.


Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) merupakan kompetisi tingkat nasional yang baru pertama kali diadakan tahun ini. FIKSI digelar bersamaan dengan kompetisi lain yang sudah rutin diselenggarakan secara berkala, yaitu Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), dan satu kompetisi nasional lainnya yang diadakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yaitu Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR).

Direktur Komunitas Sagasitas, yakni sebuah komunitas pemerhati pendidikan yang menjadi mentor dan pendamping para siswa peserta kompetisi asal DI Yogyakarta, Zainal Abidin, mengatakan, dari ketiga kompetisi tersebut sejumlah siswa dari beberapa SMA dan MAN di Yogyakarta berhasil meraih medali emas, perak dan perunggu.

"Salah satu yang menarik dari kontingen kita yang meraih medali emas yaitu inovasi pakan ayam dari undur-undur laut dan limbah kulit kedelai yang dibuat oleh siswa SMAN 1 Karangmojo, Gunungkidul", ungkapnya, Sabtu (15/10/2016).

Menurut Zainal, FIKSI yang baru pertama kali digelar tahun ini melombakan beberapa kategori yang merupakan subsektor dari ekonomi kreatif, yang diharapkan mampu meningkatkan kreatifitas, inovasi, dan kewirausahaan siswa.

Ada pun beberapa kategori lomba FIKSI tersebut adalah Gagasan Usaha yang merupakan wirausaha yang masih dalam tahap ide, dan Rintisan Usaha, yaitu wirausaha yang sudah dirintis minimal 6 bulan dan sudah memiliki produk yang sudah dipasarkan, dengan bidang usaha meliputi kerajinan, desain grafis, fashion, pengembangan aplikasi dan permainan interaktif digital, boga, serta Bidang Usaha Lain seperti budidaya, pengolahan dan rekayasa.

"Inovasi Pakan Ayam dari undur-undur laut dan limbah kulit kedelai yang berhasil meraih medali emas, merupakan peserta lomba dari kategori Bidang Usaha Lain", ujarnya.

Selain inovasi pakan ayam, sejumlah peserta lain asal Yogyakarta juga berhasil meraih medali emas di ajang FIKSI yang berlangsung 21-26 September 2016 di Bandung, yaitu Muhammad Nafiul Huda dan Zhahdo Bintang Ramadhan di bidang Fashion, dan medali perak untuk Wigyasri Titiswari dan Muhammad Riza Nur Pratama dari SMAN 7 Yogyakarta di bidang Fashion. Sementara di bidang Pengembangan Aplikasi Digital dan Game, kontingen dari SMAN 1 Yogyakarta, yaitu Muhammad Rafif Musyafa dan Raden Dimas meraih medali perunggu.

Tak hanya di kompetisi FIKSI, beberapa siswa asal Yogyakarta juga berhasil meraih medali emas di ajang LKIR dan OPSI. Di ajang LKIR, dua medali emas berhasil diraih oleh Aiman Hilmi Asaduddin dan Muhammad Farhan dari SMAN 1 Yogyakarta dengan karyanya di bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) dengan penelitian berjudul Potensi Ekstrak Tangkai Talas Sebagai Bahan Herbal untuk Mencegah Penyakit Ulkus Peptikum.

Sedangkan di bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian dan Kelautan (IPK) diraih Azizah Dewi Suryaningsih dari SMAN 1 Yogyakarta, dengan karya penelitiannya berjudul Hutan Bambu: Sistem Penahan Laju Awan Panas Gunung Merapi.


"Sementara dalam OPSI yang digelar 2-7 Oktober 2016 ini, Yogyakarta kembali menjadi juara umum dengan total perolehan medali sebanyak 15 medali terdiri dari 6 medali emas, 3 medali perak dan 6medali perunggu, serta 1 penghargaan khusus", pungkas Zainal. 

Jurnalis : Koko Triarko / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Koko Triarko
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: