SENIN, 17 OKTOBER 2016

SUMENEP --- Pasca tutupnya gudang pembelian tembakau di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, rupanya sangat berpengaruh terhadap kondisi harga di kalangan petani, pasalnya sejak beberapa hari lalu harga tembakau rajangan milik petani dihargai berkisar belasan ribu per Kilo gram. Akibatnya harapan petani untuk mendapatkan hasil melimpah dari tanaman yang dikenal dengan daun emas tersebut hanya tinggal impian.


Rendahnya harga akibat tutupnya gudang pembelian tembakau yang ada di daerah ini seringkali dijadikan senjata oleh para pedagang dalam membeli tembakau milik petani. Sebab pedagang beralasan harga yang rendah dikarenakan kesulitan untuk memasakan kembali tembakaunya yang sudah ia beli, karena masih harus dijual ke gudang lain yang ada di luar daerah, sehingga itu akan menambah besar biaya transportasi saat membawa tembakau yang mereka dari petani.

“Jadi sejak gudang pembelian tembakau yang ada di daerah ini harga tembakau dikalangan petani sangat rendah, karena para pedagang juga mematok harga yang cukup rendah dibanding dengan sebelumnya saat gudang tembakau sedang melayani pembelian tembakau. Maka sekarang harga tembakau sudah anjlok, sepertinya untuk mendapatkan hasil sangat sulit, kembali modal saja sudah bersyukur,” kata Ahmad (31), salah seorang petani asal Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Senin (17/10/2016).

Disebutkan, bahwa pasca tutupnya gudang pembelian tembakau yang ada di daerah ini membuat harga tembakau hanya berada di kisaran Rp. 15.000 – Rp. 25.000 per Kilo gram, padahal sebelum gudang tersebut tutup, harga tembakau masih berkisar diantara Rp. 25.000 – Rp. 45.000 per Kilo gram. Akibatnya petani yang panen lebih akhir banyak mengeluh, sebab biaya yang telah mereka keluarkan untuk bercocok tanam tembakau tidak sebanding dengan hasil yang diperolehnya.

“Ya meskipun harga sudah rendah seperti itu kami kan tidak ada pilihan lai, sehingga dengan terpaksa tembakau yang kami panen tetap saja dijual. Tetapi kalau bicara hasil yang diperoleh sepertinya sangat minim, bahkan tak jarang yang mengalami kerugian,” jelasnya.

Bagi petani di daerah ujung timur Pulau Madura, tembakau merupakan tanaman musiman yang pernah mengalami harga keemasan, sehingga banyak petani yang meraup keuntungan melimpah dari tanaman musiman tersebut. Namun sejak beberapa tahun terakhir, tanaman yang dikenal daun emas itu tidak lagi mampu memberikan hasil yang menjanjikan.

Jurnalis : M. Fahrul / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : M.Fahrul
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: