RABU, 19 OKTOBER 2016

BALIKPAPAN --- Menyerap aspirasi dan kritik masyarakat sekitar pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU), Badan Lingkungan Hidup Kaltim menggelar Konsultasi Publik.

 Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jembatan Tol PPU-Balikpapan

Menurut Kepala BLH Kaltim, Reza Indra, persoalan sosial dan teknis perlu dibahas bersama karena menjadi bagian penting untuk dapat dimasukan dalam detail engineering design (DED).

" Kita perlu tahu apa yang berkembang di sini atau disuarakan komunitas di sini akan menjadi pembahasan Amdal berikutnya. Contohnya tadi sempat banyak dibahas soal clereance dan karang pajang termasuk masalah lumba-lumba hidung botol juga termasuk turunan clereance, atau tumpahan minyak, umpamaya kapal tidak masuk. Tentu  ini  diantisipasi dalam Amdal,” jelasnya setelah Konsultasi Publik, Rabu (19/10/2016).

Jembatan tol ini memiliki clearance setinggi 50 meter dan akan dibuat jalan layang (fly over) hingga kawasan Lapangan Merdeka. Titik turun mulai di kantor KPU, di sisi laut Melawai hingga menyambung ke coastal road. Disamping itu dibuatkan exit ramp di sekitar Tugu Adipura jika belum terbangun coastal road. "Jadi titik turun depan KPU itu paling aman," tandasnya di kantor Kecamatan Balikpapan Kota.

Ia menilai sudah waktunya Kalimantan Timur memiliki konektivitas jembatan antar pulau demi kemajuan daerah. Karena pulau-pulau lainnya seperti di Bali dan  Madura sudah menyambung.

"Masa kita tidak. Oleh karena itu dukungan masyarakat ini sangat dibutuhkan. Berikan masukan kepada pemrakarsa atau Pemda untuk bisa berjalan dengan baik dan selamat," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Konsultan Amdal PT Integral Multi Talenta, Nugroho mengatakan, jika coastal road belum teraliasi maka exit ramp akan dialihkan ke kawasan Tugu Australia.

"In  saling berhubungan. Otomatis  mau tidak mau, dua proyek ini harus bekerjasama. Paling tidak rampnya jadi. Cuma kalau coastal road belum jadi lalu jembatan jadi ya kendalanya akan tertumpah disin. Tentu ada yang dirugikan tapi akan ada rekayasa lalulintas," jelasnya.

Selain itu, ke depan  harus dibuat pengaturan lalu lintas kapal melalui atas jembatan. Hal ini harus didiskusikan dengan pihak Pertamina dengan pemrakarsa.

Dalam skema pembangunan jembatan dan coastal road akan saling berhubungan. Nantinya jalan di sisi laut akan dibuat hingga Bandara dan menyambung dengan jalan tol Sepinggan- Manggar.

Sementara itu, dari hasil konsultasi publik juga disepakati bahwa pembangunan jembatan tol diantaranya harus sesuai dengan RTRW Kaltim, RTRW Balikpapan. Rencananya, pembangunan fisiknya akan dimulai pada Januari 2017 seperti yang diungkapkan Gubernur Kaltim, Awang Faroek belum lama ini.
Jurnalis : Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Charolin Pebrianti

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: