JUM'AT, 7 OKTOBER 2016

SAMPANG---Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, merasa kebingungan mengatasi terjadinya bencana banjir yang terus terjadi pada saat musim hujan di beberapa lokasi kota setempat. Pasalnya daerah yang menjadi langganan banjir tersebut merupakan wilayah dataran rendah yang posisinya masih dibawah air laut, sehingga sungai yang berada ditengah kota seringkali meluap dan merendam rumah warga ketika terjadi hujan dalam kurun waktu lama.


Posisi wilayah yang berada dibawah ketinggian air laut memang sangatlah sulit mencari solusi mengatasi terjadi bencana banjir yang telah meresahkan masyarakat. Meskipun ada solusi itupun membutuhkan pendanaan yang cukup besar, sehingga jauh dari kemampuan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang di miliki daerah tersebut, sehingga pemerintah daerah tidak bisa membuat rencana jangka panjang mengatasi bencana banjir.

“Kalau rencana jangka panjang untuk mengatasi bencana banjir di daerah ini tidak bisa. Jadi untuk Pemerintah Daerah (Pemda) Sampang tidak bisa menganggarkan yang begitu banyak, terkecuali hanya embung penampungan yang kapasitasnya kecil,” kata Fadilah Budiono, Wakil Bupati Kabupaten Sampang, Jumat (7/10/2016).


Disebutkan, bahwa jika hanya membuat embung penampungan air itu tidak akan mampu mengatasi bencana banjir yang menjadi agenda rutin setiap musim penghujan. Karena ketika curah hujan yang terjadi dengan intensitas yang cukup tinggi, maka embung tersebut juga tidak akan mampu menampung debit air yang ada di daerah ini, akibatnya luapan air sungai yang berada di wilayah kota ini tidak akan bisa dihindari, sehingga pasti luapannya merendam rumah warga.

“Jadi kalau bencana banjir itu memang sulit diatasi, maka kalau hanya buat embung kan menampung airnya tidak banyak, kami tidak bisa mengatasinya,” jelasnya.


Meskipun tidak bisa mengatasi permasalahan banjir, pemerintah daerah akan terus melalukan upaya memberi bantuan kepada masyarakat ketika saat terjadi banjir, baik dari konsumsi maupun kesehatan yang seringkali dibutuhkan oleh masyarakat dampak bencana banjir.

Jurnalis : M. Fahrul / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : M. Fahrul
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: