SELASA, 18 OKTOBER 2016

SAMPANG ---  Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Pekerjaan Umum Pengairan daerah setempat telah memasang alat pendeteksi ketinggian banjir serta pencatat curah hujan di daearah yang sering menjadi penyebab terjadinya banjir. Hal itu guna mengetahui akan adanya banir sejak dini, sehingga nantinya hasil panatauan dari alat tersebut dapat disebarluaskan kepada warga yang tinggal di daerah dampak banjir.


Alat yang dipasang untuk dapat mendeteksi banjir sejak dini sebanyak enam, diantaranya empat alat pencatat curah hujan yang dapat mengetahui seberapa besar intensitas tingginya curah hujan di daerah pengirim air hujan yang menyebabkan banjir. Sedangkan dua alat untuk mendeteksi ketinggian air dipasang di sungai yang menjadi penampungan air dari berbagai daerah hingga meluap dan menyebabkan banjir di wilayah kota ini.

“Jadi dari enam alat pendeteksi banjir itu berbeda-beda, ada yang bisa mendeteksi dengan mengukur level air secara otomatis di sungai, kemudian ada juga yang mendeteksi tingginya curah hujan di beberapa daerah yang mengirim air ke sungai ini. Sehingga dengan alat tersebut nantinya bisa mengetahui sejak dini akan adanya banjir,” kata Imam Irawan, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Sampang, Selasa (18/10/2016).

Disebutkan, dari enam alat yang ada diantaranya empat alat pencatat hujan dipasang di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Kedungdung, Robatal, Karang Penang dan Omben, karena daerah tersebut merupakan pengirim air banjir yang merendam rumah penduduk. Sementara sisanya, dua alat pengukur level air otomatis ditempatkan di hulu dan hilir sungai kemuning yang berada di tengah kota daerah ini.

“Maka ketika terjadi hujan dan debit air yang masuk ke sungai ini akan diketahui, apalagi juga ada alat yang bisa mendeteksi tingginya intensitas curah hujan. Sehingga secara otomatis potensi banjir akan diketahui sejak dini,” jelasnya.


Dalam menyampaikan informasi dari hasil deteksi alat banjir tersebut, pihaknya bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Supaya masyarakat dapat mengetahui potensi banjir sejak dini dan bisa mengantisipasi lebih awal guna meminimalisir kerugian materi yang tidak begitu besar. 

Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: