SABTU, 15 OKTOBER 2016

SUMENEP --- Banyaknya potensi wisata di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, membuat pemerintah daerah setempat tidak hanya menyerahkan terhadap satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Tetapi dari seluruh juga dilibatkan dalam menjalankan program pengembangan wisata yang ada di daerah ini, supaya keberadaan wisata tersebut berkembang dengan cepat.


Dengan melimpahnya potensi wisata akan dapat menjadi penunjang terhadap Penadapatan Asli Daerah (PAD) maupun perekonomian masyarakat sekitar objek wisata. Sehingga apabila hanya diserahkan terhadap satu dinas, kemungkinan besar pengembangan wisata yang ada di ujung timur Pulau Madura ini akan berjalan lambat, maka dari itu dengan melibatkan seluruh stakeholder secara otomatis pengembangan wisata nantinya akan berjalan cepat sesuai harapan.   

“Jadi untuk pengembangan wisata tidak harus dilihat dari Disbudparpora, ini memang sudah ada singkronisasi program dari semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD),” kata A. Busyro Karim, Bupati Kabupaten Sumenep, Sabtu (15/10/2016).

Disebutkan, bahwa dalam melaksanakan pengembangan wisata yang ada di daerah ini memang lebih cepat ketika melibatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada. Sehingga harus ada program yang singkron dari berbagai dinas dalam upaya pengembangan wisata tersebut, supaya keberadaan wisata meningkat secara drastis.

“Kalau Gili Labak pasti harus diciptakan pasar khusus, makanya penyiapan sarana dan prasarana termasuk penguatan informasi di pulau tersebut terus dijalankan,” jelasnya.

Daerah ini memang memiliki banyak potensi wisata, baik di daerah daratan maupun wilayah kepulauan. Oleh sebab itu, apabila kekayaan wisata itu dikembangkan secara baik, maka perekonomian masyarakat di sekitar objek wisata akan mengalami peningkatan, bahkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata dari tahun ke tahun pasti mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Namun selama ini keberadaan obyek wisata yang ada masih belum mengalami perkembangan yang signifikan, sehingga daya minta wisatawan dari manca negara tidak besar, akibatnya pengunjung yang datang ke berbagai objek wisata hanya di dominasi wisatawan luar daerah. 

Jurnalis : M. Fahrul / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : M. Fahrul
Bagikan:

Rayvan Lesilolo

Berikan Komentar: